Dinpar DIY Tingkatkan Daya Saing dan Kepuasan Kunjungan Wisatawan

YOGYA, KRJOGJA.com – Tingkat kunjungan wisatawan di DIY semakin meningkat setiap tahunnya, seperti pada tahun 2019 lalu naik 15,12 persen dibandingkan tahun 2018. Untuk itu, diharapkan para penyelenggara Usaha Jasa Pariwisata (UJP) di DIY senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan dan pengelolaan. Dengan demikian bisa memberikan nilai tambah dan daya saing serta meningkatkan kepuasan wisatawan yang berkunjung di DIY.

Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY Rose Sutikno SH MM mengatakan, setiap tahun tingkat kunjungan wisatawan di DIY terus naik. Kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 6.549.381 orang pada tahun 2019. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 15,12 persen dibanding tahun sebelumnya pada tahun 2018 sebesar 5.689.091 orang.

“Sebagai upaya meningkatkan daya saing DIY sebagai destinasi wisata unggulan serta meningkatkan kepuasan wisatawan yang berkunjung ke DIY, kami menggelar bimbingan teknis (Bimtek) tata cara standarisasi usaha villa. Bimtek ini diikuti 35 pengelola villa seluruh DIY dan 5 perwakilan Dinpar kabupaten dan Kota Yogyakarta,” ujar Rose, mewakili Kepala Dinpar DIY saat membuka Bimtek UJP Vila di Grand Dafam Rohan Yogyakarta, Selasa (3/3/2020).

Dikatakan, melalui Bimtek ini, UJP di DIY dapat menjaga kualitas dari aspek produk pelayanan. Pengelolaan UJP harus dengan menerapkan standar sesuai peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) No.29 th 2014 tentang standar usaha vila. Hal ini sekaligus dapat memberikan nilai tambah bagi perkembangan pariwisata sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat DIY.

“Peserta yang mayoritas pengelola Villa dijelaskan mengenai usaha pariwisata serta standarisasi usaha jasa pariwisata sesuai dengan peraturan Menteri Parekraf sehingga dapat meningkatkan pelayanan wisatawan/pengunjung sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Sesuai dengan peraturan Menteri Parekraf mengenai standar usaha villa diantaranya usaha villa yang menyediakan akomodasi berupa penyewaan bangunan dilengkapi dengan sarana prasarana penunjang lainnya dengan kualifikasi usaha villa mencakup aspek produk, pelayanan, dan pengelolaan usaha villa,” terangnya.

Dalam bimtek tersebut Anggota komisi B DPRD DIY Nurcholis Suharman, SIP, M.Si menyampaikan dasar kebijakan terkait kepariwisataan sesuai UU No.10 tahun 2009 tentang kepariwisataan dan UU No 20 tahun 2008 tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Para peserta juga diberikan materi teknis peraturan Menteri Parekraf No 29 tahun 2014 yang disampaikanh Drs.Agus Priyono, MM dari Kemenparekraf. Dilanjutkan dengan pemateri dari LSU Adi Karya Wisata Jufri, S.Pt membahas peraturan Menteri Parekraf No 29 Tahun 2014 tentang standar usaha Vila.

Bimtek akan diselenggarakan kembali hingga April dengan peserta dari UJP biro perjalanan wisata pada 10 Maret 2020, bimtek UJP pondok wisata pada 17 Maret 2020 dan bimtek UJP angkutan perjalanan wisata pada 24 Maret 2020. Kemudian bimtek UJP restoran pada 2 April 2020 dan bimtek UJP rumah makan pada 8 April 2020 pukul 08.00 WIB di Grand Dafam Rohan Yogyakarta. (Ira)

BERITA TERKAIT