DIY Belum Buka Pintu Bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemda DIY menegaskan belum berencana membuka pelabuhan udara sebagai pintu gerbang utama bagi pelaku perjalanan luar negeri baik, pelaku perjalanan umum, Pekerja Migran Indonesia (PMI) maupun wisatawan mancanegara (wisman). Selain itu, pihaknya diminta bekerja sama dengan aparat penegak hukum guna meningkatkan pengamanan atau pengawasan pada jalur-jalur tidak resmi yang memungkinkan dilalui pendatang.

“Pemerintah pusat meminta setiap Pemda memastikan ketersediaan tempat karantina dan meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan ketersediaan testing di semua pintu masuk darat, laut maupun udara. Selumnya, pelaku perjalanan luar negeri yang akan masuk ke Indonesia hanya dapat melalui jalur khusus yang telah ditetapkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Surat Edaran (SE) No.74 pada 13 September 2021,” tutur Sekretaris Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji usai Rapat Koordinasi (Rakor) virtual Penanganan Karantina Pelaku Perjalanan Luar Negeri di Gedhong Pracimosono Kepatihan, Sabtu (18/9/2021) malam.

Baskara Aji mengatakan jalur masuk khusus bagi pelaku perjalanan luar negeri ke Indonesia yaitu via udara melalui Bandara Sam Ratulangi Manado dan Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, via laut melalui Pelabuhan Batam dan Nunukan Kalimantan Utara serta via darat hanya melalui Pos Batas Lintas Negara (PBLN) di Aruk dan Entikong Kalimantan Barat (Kalbar). Sehingga dua pelabuhan udara di DIY yaitu Bandara Adisutjipto dan Bandara Internasional Yogyakarta (BIY)bukan merupakan pintu masuk utama bagi pelaku perjalanan dari luar negeri.

“Keduanya bandara di DIY baik Bandara Adisutjipto maupuN BIY tidak dibuka untuk penumpang kedatangan luar negeri. Jadi DIY belum menerima langsung pendatang dari luar negeri, baik itu PMI atau wisatawan asing,” tandasnya.

BERITA REKOMENDASI