DIY Jangan Sampai Lupa Tujuan Keistimewaan

Editor: Ary B Prass

YOGYA, KRJOGJA.com – Amanat 5 September 1945 berisi pernyataan Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan KGPAA Paku Alam VIII yang menyatakan bahwa Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman bergabung menjadi bagian dari Republik Indonesia. Pernyataan politik tersebut kemudian diakomodasi menjadi sebuah produk hukum yaitu Undang-Undang Keistimewaan (UUK) Daerah Istimewa Yogyakarta.

Menurut Sejarawan Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr Sri Margana, sebagai sebuah produk hukum, maka UUK harus dijalankan dengan baik oleh subjek yang diberi hukum yaitu Provinsi DIY, dalam hal ini Pemimpin DIY. Dan jika ternyata dalam pelaksanaan UUK tidak berjalan dengan baik, seperti terjadi penyelewengan atau tidak mencerminkan amanat rakyat atau amanat UUK itu sendiri maka, produk hukum (UUK) bisa dievaluasi.

“Walaupun tidak sampai diamandemen, tapi sebagai produk hukum bisa dievaluasi pelaksanaannya,” kata Sri Margana dalam acara Rembag Kaistimewan bertajuk ‘Amanat 5 September 1945’. Diskusi diselenggarakan oleh Paniradya Kaistimewan di Pendopo Museum Sonobudoyo Yogyakarta, Minggu (5/9/2021) dan disiarkan live streaming di Channel Youtube Paniradya Kaistimewan.

Rembag Kaistimewan menghadirkan narasumber lain, yaitu Kolumnis Keistimewaan DIY Dr Haryadi Baskoro dan Tenaga Ahli Parampara Praja (Pusat Studi Pancasila UGM) Hendro Muhaimin MA dipandu moderator Redaktur SKH Kedaulatan Rakyat (KR) Isnawan.

Sri Margana mengingatkan bahwa yang terpenting dalam melaksanakan Keistimewaan DIY itu adalah mengetahui dan menyadari tujuan awal dari DIY menjadi daerah/provinsi yang istimewa. Pasalnya saat ini DIY masih menjadi provinsi miskin di Indonesia. “Apalah artinya menjadi daerah istimewa jika DIY masih terus menjadi pronvinsi miskin dan tidak pernah bergerak dari situ. Padahal DIY mendapat sesuatu yang lebih (dana keistimewaan) jika dibanding provinsi lain. Artinya jika keistimewaan ini tidak direspons dengan baik, orang bisa mempertanyakan status Keistimewaan DIY,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI