DIY Masuk Pancaroba, Waspada Cuaca Ekstrem!

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRjogja.com – Wilayah DIY dan sekitarnya dalam beberapa hari ke depan masih berpotensi terjadi hujan lebat disertai angin kencang. Masyarakat dihimbau waspada potensi bencana hidrometeorologi.

Hal tersebut berdasarkan data-data observasi analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Sleman. Hingga dasarian tiga Maret (akhir Maret), umumnya curah hujan di wil DIY berkisar 50 – 100mm/dasarian/sepuluh hari dan curah hujan bulanannya 300->400 mm/bulan.

“Dari hasil pengamatan kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil, ikut berkontribusi juga mendukung pertumbuhan awan awan hujan di wilayah DIY. Dan ini berpotensi turun hujan kategori lebat hingga sangat lebat, yang umumnya berpotensi pada sore hari,” kata Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun klimatologi Sleman Etik Setyaningrum, Senin (5/4).

Kondisi ini menurut Erik, masih akan terjadi beberapa hari ke depan. Selain itu, pada April ini sebagian wilayah DIY akan masuk periode pancaroba atau peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Untuk itu kepada masyarakat dihimbau tetap mewaspadai potensi terjadinya cuaca ekstrim berupa hujan sedang ke lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

BMKG memperkirakan, awal musim kemarau di mulai dari bagian selatan Gunungkidul pada akhir April. Disusul bagian tengah pada awal Mei dan bagian utara di akhir Mei. Untuk wilayah puncak Gunung Merapi awal Juni

“Masyarakat dihimbau waspada potensi genangan, banjir maupun longsor. Terutama bagi yang tinggal dekat bantaran sungai. Karena hujan disertai angin kencang juga masih berpotensi terjadi, maka masyarakat harus waspada adanya pohon maupun baliho tumbang atau roboh. Selain itu tidak berlindung di bawah pohon jika hujan disertai kilat kilat atau petir,” jelasnya.

BERITA REKOMENDASI