DPRD DIY Inisiatif Raperda Penanganan Covid-19

YOGYA, KRJOGJA.com – Mekanisme penyaluran bantuan sosial (bansos) berupa uang tunai dinilai menjadi hal yang paling sulit dilakukan Satgas Penanganan Covid-19 di DIY. Pasalnya data yang ada selama ini relatif kurang jelas.

Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Kementerian Sosial (Kemensos) setelah dibedah, hampir setengah dari Kepala Keluarga (KK) di DIY masuk di dalamnya. Lalu, ketika ada aturan jika penerima bansos dari APBN tidak boleh mendapatkan lagi dari APBD, maupun dana desa dan yang lain. Itu membuat petugas di bawah kesulitan ketika melakukan pemetaan.

“Kami memiliki data dari pusat. Tapi kalau sudah sampai ke kabupaten/kota bahkan desa, kami tidak ada. Jadi kalau ditanya hal apa yang paling sulit dalam penanganan pandemi ini, terkait bansos,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Baskara Aji dalam Rapat Kerja pembentukan Raperda Penanggulangan Covid-19 hasil inisiatif DPRD DIY, Senin (6/9/2021).

BERITA REKOMENDASI