Dukung Kunjungan Wisatawan, Metode ‘MPD’ Akurat dan Realtime

YOGYA, KRJOGJA.com – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Badan Pusat Statistik (BPS) terus menyempurnakan keakuratan metode perhitungan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. Terobosan yang dilaksanakan untuk meningkatkan pemantauan dan pencatatan pergerakan wisman tersebut yakni dengan menggunakan teknologi ‘Mobile Positioning Data (MPD)’.

Direktur Statistik Keuangan, Teknologi Informasi dan Pariwisata BPS Titi Kanti Lestari mengatakan, banyak keuntungan dari pemanfaatan teknologi MPD ini, salah satunya pemantauan dan pencatatan data jumlah kunjungan wisman secara realtime, cepat, akurat serta memiliki cakupan yang luas. “Pemanfaatan teknologi MPD ini sangat penting untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata Indonesia di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini,” terang Titi di sela Focus Group Discussion (FGD) tentang analisis data MPD di Grand Inna Malioboro Yogyakarta, Kamis (22/10/2020).

Dijelaskan Titi, selain untuk perhitungan jumlah kunjungan wisman ke Indonesia, teknologi MPD ini juga menampilkan data pergerakan wisman selama di Indonesia. Sehingga bisa dibuat analisis marketingnya untuk menunjang promosi pariwisata. “Misalnya wisman asal Jerman ternyata lebih gemar mengunjungi destinasi wisata alam pantai di Indonesia. Berbekal data itu maka promosi wisata ke Jerman lebih banyak menampilkan seputar keindahan pantai di Indonesia. Sehingga promosinya menjadi jauh lebih efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI