Durasi Rambu Ditambah, Jalan Letjend Suprapto Mulai Terurai

YOGYA, KRJOGJA.com – Setiap kali dilakukan uji coba jalur semi pedestrian di Malioboro, Jalan Letjend Suprapto yang mengarah ke selatan selalu terdampak. Namun seiring penambahan durasi rambu traffic light, kepadatan arus lalu lintas di kawasan itu mulai terurai.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogya Agus Arif Nugroho, mengatakan penumpukan arus kendaraan di Jalan Letjend Suprato bisa mencapai ratusan meter. “Tadi kami tambah durasi lampu hijau dari semula 35 detik menjadi 45 detik. Hasilnya cukup bagus karena arus mulai terurai,” jelasnya, Selasa (18/2/2020) malam.

Pada uji coba yang dilakukan pada momentum Selasa Wage kemarin, pihaknya juga menutup terusan Jalan Suryatmajan hingga Jalan Pajeksan. Sehingga tidak ada lagi akses yang bisa menembus Malioboro. Jalan Suryatmajan dan Jalan Pajeksan pun diberlakukan dua arah seperti sirip-sirip yang lain.

Agus menambahkan, antrean kendaraan di ujung selatan Jalan Letjend Suprapto memang tidak bisa terhindarkan. Selain bertambahnya jumlah kendaraan akibat penutupan arus di Malioboro, ruas jalan tersebut juga tidak terlalu lebar. “Tidak bisa untuk dua lajur sehingga untuk kendaraan jenis mobil antreannya memanjang. Pada saat puncak kepadatan kami tempatkan petugas untuk mengurai,” imbuhnya.

Sementara untuk uji coba jalur semi pedestrian Malioboro selanjutnya, Dinas Perhubungan akan menerapkan konsep baru. Selain menutup Jalan Suryatmajan dan Jalan Pajeksan yang menuju Malioboro, kawasan sisi barat juga akan mulai disentuh. Terutama di Jalan Pembela Tanah Air serta Jalan Gandekan untuk jalur keluar Malioboro. Tahap akhir uji coba ialah dengan menerapkan konsep utama yang menjadikan Malioboro sebagai bundaran besar karena kendaraan diberlakukan memutar searah dari Jalan Mataram hingga Jalan Bhayangkara.

“Kalau uji coba saat momentum Selasa Wage itu sudah rutin. Kami akan tambah di hari-hari lain secara berkala sampai masyarakat benar-benar terbiasa dengan arus baru nantinya,” urai Agus.(Dhi)

BERITA TERKAIT