Empat Titik Lokasi di Yogya Tempat Kamera Canggih  untuk Dukung E-Tilang

SLEMAN, KRJOGJA.com – Tak hanya Surabaya, akhir Maret mendatang, Ditlantas Polda DIY akan memberlakukan Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE). Setidaknya ada empat titik lokasi dimana keberadaan kamera tersebut akan merekam pengendara yang melakukan pelanggaran.

“Saat ini baru tahap sosialisasi dan rencana akan dilaunching akhir Maret,” ungkap Dirlantas Polda DIY, Kombes Pol I Made Agus kepada KRJOGJA.com, Jumat (28/02/2020).

Empat lokasi yang dipilih untuk memasang kamera berbasis ‘artificial intelligence’ sebagai sarana E-TLE itu  itu berada Persimpangan Tambak Wates, Kulonprogo yang merupakan jalur jalur nasional Kulonprogo – DIY, Simpang Empat Ketandan, Simpang Tiga Ring Road Maguwoharjo dan Simpang Empat Ngabean.

Kamera canggih itu bisa melihat gerak-gerik pengendara mobil, bahkan meskipun kaca kendaraan gelap. Kemudian secara otomatis, kamera akan mendeteksi dan mengcapture jenis pelanggaran pengendara mobil atau motor.

Lebih lanjut Made Agus mengatakan kamera-kamera menggunakan teknologi Automatic Number Plate Recognition (ANPR) atau biasa disebut kamera ePolice. Perangkat yang mampu mendeteksi dan merekam informasi pelat nomor kendaraan ini diperuntukkan untuk menangani kasus pelanggaran rambu, marka jalan, dan menerobos lampu lalu lintas.

Nantinya dari kamera tersebut akan diketahui jenis pelanggaran yang dilakukan pengendara. Selanjutnya jenis pelanggaran kemudian akan dikirim melalui paket pos ke alamat pemilik kendaraan. Selanjutnya selama 15 hari, petugas akan menunggu konfirmasi dari pemilik kendaraan.

Jika dibenarkan, pemilik kendaraan diberikan kode BRI Virtual Account dan selanjutnya bisa membayar melalui bank atau ATM tanpa harus mengikuti sidang. Namun jika 15 hari tidak ada konfirmasi, maka kendaran tersebut akan diblokir sehingga masyarakat tidak bisa membayar pajak sebelum menyelesaikan denda tilang.

Dirlantas menambahkan, pemilik kendaraan bisa saja kaget saat ada pemberitahuan denda tilang. Mengingat, belum tentu pelanggar lalulintas adalah pemilik kendaraan. “Karena bisa saja mobil atau motor sudah pindah tangan atau dipinjam, sehingga tidak menutup kemungkinan saat datang pemberitahuan pelanggaran, pemilik kendaraan akan kaget,” terangnya.

Namun Dirantas memastikan, meskipun bukan pelanggar, namun pemilik kendaraan dibebani menyelesaikan denda tersebut. E-TLE ini sekaligus pengingat, agar masyarakat segera balik nama jika menjual atau membeli mendaraan bekas. (Ayu)

BERITA TERKAIT