Erupsi Gunung Merapi, Gempa Permukaan Meningkat dalam Seminggu

YOGYA, KRJOGJA.com – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan, dalam satu minggu ini (periode 22-28 Januari 2021) guguran lava pijar teramati sebanyak 230 kali dengan jarak luncur maksimal 1.500 meter arah barat daya ke hulu Kali Krasak dan Kali Boyong.

Sedangkan awan panas guguran pada periode tersebut terjadi sebanyak 71 kali dengan jarak luncur maksimal 3.500 meter arah Kali Boyong dan terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimal 70 mm dan durasi 240 detik. Adapun tinggi asap maksimum 750 m teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Kaliurang pada 25 Januari 2021 pukul 05.30 WIB.

Kepala BPPTKG Dr Hanik Humaida dalam keterangannya mengatakan, intensitas guguran lava pijar dan awan panas guguran ini antara lain dipengaruhi posisi kubah lava yang tidak stabil karena berada di lereng sisi barat daya puncak Merapi atau di atas lava sisa erupsi tahun 1997. “Sehingga lava yang keluar tidak sempat lagi membentuk kubah, namun langsung mengalami guguran,” ujarnya Sabtu (30/1/2021) malam.

BERITA REKOMENDASI