Gerakan G2R Tetrapreneur Luncurkan Solidaritas Belanja di Desa

YOGYA, KRJOGJA.com – Pembatasan kontak fisik (physical distancing) dan pembatasan kontak sosial (social distancing) yang disebabkan pandemi Coronavirus (Covid-19) berdampak multi sektor. Terutama pada sektor ekonomi membuat hampir sebagian pendapatan masyarakat turun drastis.

Merespon keadaan yang sedemikian, Sekretariat Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur bersama dengan Desa-Desa G2R Tetrapreneur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang merupakan desa binaan Biro Bina Pemberdayaan Masyarakat Setda DIY juga Dinas Koperasi dan UKM DIY bersama-sama dalam sebuah solidaritas Gerakan G2R Tetrapreneur: Belanja di Desa.

Program Belanja di Desa merupakan sebuah layanan pasokan bahan baku makanan hasil masyarakat desa untuk masyarakat lokal DIY hingga ke luar kota. Layanan yang disediakan memasok bahan pangan seperti beras, gula, telur hingga bumbu-bumbu dapur.

Produk unggulan G2R Tetrapreneur sendiri yang telah bersertifikasi Halal MUI berupa cemilan sehat dan minuman berkhasiat tanpa bahan pengawet serta berbahan baku alami seperti bakso goreng, ceriping pisang, bakpia-dodol-gelak salak, wedang uwuh, wedang okra, wedang Kristal aren jahe & temu lawak.

Tenaga Ahli dan Konseptor G2R Tetraprneur, Rika Fatimah PL ST MSc PhD menyampaikan gerakan solidaritas ini menyasar target yaitu membantu promosi dan akses pasar bersama desa, bukan hanya usaha pribadi sendiri-sendiri sehingga putaran ekonomi jual beli harian masayarakat desa  terdampak terus berputar.

Berikutnya bersama-sama bergerak secara ekonomi sehingga kapasitas pemenuhan permintaan pasar dapat terpenuhi dengan lebih konsisten disaat-saat diterapkannya social & physical distancing COVID-19. Mengajak masyarakat untuk belanja dari rumah sehingga bukan hanya desa terdampak yang mendapatkan manfaat namun juga jasa penghantaran (delivery service) seperti sewa kendaraan, ojek online (ojol) dan sebagainya juga ikut terberdayakan ekonominya.

Mengajak pihak dan masyarakat luas pengelola dana sosial untuk extended social chain atau memanjangkan rantai (manfaat) sosial dengan membeli hasil dan produk desa untuk kemudian di sumbangkan atau di manfaatkan dalam kegiatan sosialnya seperti pengadaan dapur umum, paket sembako, dan sebagainya.

Salah satu contohnya melalui kemitraan extended social chain bersama Ikatan Alumni Teknik Universitas Islam Indonesia (IKATI UII). Telah disalurkan sejumlah Rp. 17.384.000,- melalui program Paket Sembako Peduli COVID-19: IKATI UII Peduli Ekonomi Desa Bersama Desa G2R Tetrapreneur. Kegiatan ini selain untuk pengadaan 160 pax paket sembako juga membuka lapangan pekerjaan upah tenaga pengemas paket hingga jasa penghantaran barang untuk penyusuan paket sembako dari berbagai desa hingga penghantaran ke desa penerima paket sembako tersebut.

BERITA REKOMENDASI