Good Corporate  Governance, OJK-FKIJK Tolak Fraud 

Editor: Ary B Prass

YOGYA, KRJOGJA.com –  Dalam penerapan  Good Corporate  Governance, Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  bersama seluruh stakeholder industri jasa keuangan menolak dan  tidak akan memberikan peluang terjadinya fraud (korupsi, kecurangan, penggelapan).
“Industri jasa keuangan yang bersih dari fraud akan mendukung percepatan pembangunan di era digitalisasi,” tegas Analis Eksekutif Senior, Grup Penanganan Anti Fraud (GPAF) OJK Tri Savitri dalam Talkshow Penerapan  Good Corporate Governance Pada Sektor Jasa Keuangan di Era Digital, Jumat (3/6/2022) di Alana Hotel.
Didampingi narasumber lainnya Kepala OJK DIY Parjiman, dan Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM Prof Dr Didi Achjari SE MCom, Savitri menyebutkan  GPAF melakukan sosialisasi pada Industri Jasa Keuangan di.seluruh Indonesia baik perbankan maupun non perbankan yang merupakan kewenangan OJK.
Talkshow dihadiri 200-an Direktur, Manajer dari Bank Umum, BPR, Asuransi, Finance, Dana Pensiun, Pasar Modal anggota Forum Komunikasi  Industri Jasa Keuangan (FKIJK) DIY.
“Saat ini dalam mendukung  penerapan  Good Corporate Governance, digitalisasi sudah berjalan untuk menekan risiko. Inovasi keuangan dengan digitalisasi seperti misalnya tanda tangan digital, juga data bisa terintegrasi dan lengkap,” terang Kepala OJK DIY, Parjiman.

BERITA REKOMENDASI