Gudeg Makanan Bersejarah Asli Jogja Terancam Punah, Ini Penyebabnya

Editor: Ary B Prass

YOGYA, KRJOGJA.com – Gudeg sejak dulu dikenal sebagai makanan khas Yogyakarta. Ratusan bahkan mungkin ribuan warung gudeg dari kelas kaki lima hingga restoran tersebar di wilayah DIY.

Gudeg sendiri memiliki riwayat sejarah panjang yang tak bisa dilepaskan dari Yogyakarta maupun Kerajaan Mataram. Konon, gudeg sudah ada sejak masa awal berdirinya Kerajaan Mataram.

Guru besar di Pusat Kajian Makanan Tradisional (PKMT), Pusat Studi Pangan dan Gizi UGM Murdijati Gardjito yang juga seorang penulis buku berjudul Gudeg Yogyakarta, menjelaskan bahwa gudeg pertama kali dibuat oleh prajurit saat babat alas pembuatan pembangunan kerajaan Mataram.

Saat itu, kerajaan Mataram baru akan didirikan di daerah bernama Alas Mentaok.

“Saat pembangunan kerajaan Mataram di Alas Mentaok, banyak pohon ditebang. Di antaranya ada pohon nangka, melinjo dan kelapa. Karena buah dari pohon ini melimpah, prajurit membuatnya sebagai masakan kemudian terciptalah gudeg,” begitu kata Murdijati dalam buku Gudeg Yogyakarta.

Meskipun dikenal sebagai makanan khas Yogyakarta namun Gudeg saat ini dinilai bisa terancam keberadaannya. Hal ini tak lepas dari ketersediaan bahan utama Gudeg yaitu nangka atau gori.

Budayawan, Joko Kanigoro mengatakan bahwa Gudeg sebagai makanan khas di Yogyakarta ternyata belakangan ini tak dipikirkan konsistensinya. Joko menerangkan jika ke depan bisa saja terjadi krisis Gudeg di Yogyakarta.

“Ya mungkin saja ke depannya Gudeg ini akan terancam keberadaannya. Kondisi ini kita lihat dari ketersediaan bahan baku utama pembuatan Gudeg yaitu nangka muda atau gori ternyata tidak bisa dipenuhi oleh bahan dari Yogyakarta. Nangka muda atau gori untuk membuat Gudeg ini hampir seluruhnya didatangkan dari luar Yogyakarta. Kita ketergantungan dari daerah lain. Padahal kebutuhan nangka atau gori ini di Yogyakarta ini sangat besar,” ungkap Joko, Selasa (12/7/2022).

BERITA REKOMENDASI