1.200 Ekor Monyet dari Gunungkidul Bakal Diekspor

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Rencana Penangkapan monyet ekor panjang di kawasan Gunungkidul akan dilakukan sebagai upaya mengurangi populasi satwa liar yang selama ini dikenal sebagai pengganggu tanaman pertanian. Nantinya monyet-monyet itu akan diekspor ke mancanegara yang kini terus dilakukan berbagai kesiapannya.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta telah melakukan pengusulan kuota untuk DIY sebanyak ribuan ekor kepada pemerintah pusat. “Kita sudah usulkan ke pemerintah pusat untuk jumlah kuotanya, tetapi hingga kini masih menunggu rekomendasi,” kata petugas Balai KSDA Gunungkidul, Agus Sunarto.

Baca juga :

Aktivitas Merapi Meningkat, Monyet Turun Gunung
Kawanan Kera Rusak Tanaman di Gunungkidul

Penunjukan pemerintah pusat yang akan bekerja sama dengan sebuah perusahaan swasta juga sudah dilakukan. Selama ini monyet ekor panjang memang sudah cukup meresahkan dan merugikan petani.

Secara nasional ada 20.000 kuota pemanfaatan monyet ekor panjang yang diekspor per tahunnya dan dari kuota nasional, DIY sebanyak 1.200 ekor yang diusulkan. Adapun dari usulan 1.200 ekor kuota tersebut, masih belum diketahui kuota khusus untuk di Gunungkidul maupun Kabupaten Kulonprogo.

Untuk Kota Yogyakarta dan Sleman diklaim tidak ada serangan, sementara Kabupaten Bantul hanya sedikit serangan. Sedangkan Gunungkidul merupakan kabupaten terbanyak atas laporan dan serangan monyet memang tidak serta merta langsung ditangkap dan diekspor.

Tapi ada tahapan yakni kajian di lapangan, apakah serangan sudah cukup parah dan masuk dalam kategori hama atau bagaimana. “Nantinya monyet ini akan di ekspor ke China dan Amerika,” imbuhnya.

Dalam pemanfaatannya, janin monyet ekor panjang akan dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan serum kosmetik, biofarma dan kebutuhan medis misalnya untuk pembelajaran atau praktik kedokteran. Rencana pemanenan atau pemanfaatan monyet ekor panjang saat ini terus dilakukan pembahasan. Beberapa tahun silam, di Gunungkidul juga terdapat pemanfaatan serupa. (Bmp)

BERITA REKOMENDASI