1.852 Tim Pendamping Keluarga Diterjunkan Tekan Stunting

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Anggota Komisi IX DPR RI H Sukamto mengungkapkan, untuk mewujudkan Indonesia emas, angka stunting harus diturunkan. Karena nasional masih diangka 24,4 persen. Sehingga diperlukan penanganan dibawah agar kasus semakin menurun.

“Melalui sosialisasi bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) diharapkan akan dapat menekan kasus stunting,” kata H Sukamto di acara Sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja DIY di Balai Kalurahan Selang, Wonosari, Jumat (15/04/2022).

Kegiatan ini merupakan kerjasmaa BKKBN bersama Komisi IX DPR RI H Sukamto. Serta dihadiri Staf Ahli Bupati Ir Edy Praptono MSi, Inspektur Utama BKKBN pusat Ari Dwikora, Kepala BKKBN DIY Shodiqin, muspika, anggota DPRD Fraksi PKB dan undangan.

Kepala BKKBN DIY Shodiqin menuturkan, untuk DIY angka stunting mencapai 17 persen. Menangani kasus tersebut telah dibentuk 1.852 tim pendamping keluarga. Tiap tim terdiri dari bidan, kader PKK dan kader KB. Melakukan pendampingan keluarga mencegah terjadinya stunting. Mulai dari remaja, kesiapan nikah, hamil, melahirkan dan perkembangan balita. “ Kondisi kesehatan ibu hamil perlu untuk diperhatikan,” ucapnya.

Sementara Inspektur Utama BKKBN pusat Ari Dwikora menambahkan, penanggulangan stunting memang tidak bisa pemerintah saja. Namun perlu sinergi melibatkan swasta, bumn, perguruan tinggi hingga masyarakat. Melalui sosialisasi ini diharapkan masyarakat akan memahami dan mengetahui pencegahan kasus stunting. (Ded)

BERITA REKOMENDASI