12 Warga Gantung Diri, 1 Orang Tenggak Obat Serangga

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Tahun 2021 belum genap tiga bulan, tetapi kasus bunuh diri di Kabupaten Gunungkidul tercatat sudah cukup tinggi dan hingga pertengahan Maret bulan ini sudah mencapai sebanyak 13 kasus. Dari jumlah tersebut sebanyak 12 korban memilih mengakhiri hidup dengan cara gantung diri, sementara satu lainnya dengan menenggak obat pembasmi hama tanaman.

Berdasarkan jumlah kasus yang terjadi, dibanding tahun sebelumnya dalam perhitungan Januari-Maret maka kasus ini cukup tinggi. Tahun lalu dalam hitungan tiga bulan kasus bunuh diri hanya mencapai kurang dari 10 kasus. ”Upaya pencegahan sudah dilakukan, tetapi kasus ini tetap saja terjadi,” kata Kasubag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Suryanto SPd.

Sementara Lembaga Swadaya Masyarakat Inti Mata Jiwa (Imaji) menyebutkan dari lima tahun terakhir sejak tahun 2015 angka bunuh diri di Gunungkidul terjadi cukup fluktuatif. Tahun 2015 terdapat sebanyak 33 korban bunuh diri, tahun 2016 sebanyak 33 korban, tahun 2017 ada 34 korban, tahun 2018 terdapat 33 korban, tahun 2019 terdapat 33 korban dan terjadi penurunan pada tahun 2020 dimana angka korban bunuh diri turun menjadi 29 korban.

Tetapi saat ini patut menjadi keprihatinan bagi seluruh pemangku kepentingan di Gunungkidul yang mana angka dalam masa pandemi Covid-19 ini terjadi kenaikan cukup signifikan. “Tahun lalu dalam hitungan bulan yang sama yakni Januari- Maret 2020 lalu hanya ditemukan kurang dari 10 kasus,” ujar salah satu pegiat Sosial Imaji, Wage Dhaksinarga.

Diakuinya setelah masa adaptasi kebiasaan baru ini, sebagian masyarakat sudah kembali pada keadaan semula nilai-nilai kebersamaan sudah sangat minim. Hal Itulah yang diduga membuat korban bunuh diri terus bertambah dengan berbagai macam masalah sosial ekonomi. (Bmp)

BERITA REKOMENDASI