3.464 Ternak di Gunungkidul Diuji Lab

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Menjelang pelaksanaan Hari Raya Idul Adha atau Hari Kurban, Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul melakukan pengawasan kesehatan ternak. Sejumlah Tempat Pemotongan Hewan (TPH) dilakukan pemantauan, bahkan sebanyak 3.463 hewan kurban baik sapi maupun kambing sudah diuji lab sebelum dilakukan pengiriman keluar daerah.

“Setiap hewan ternak yang akan dikirim keluar, harus memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Termasuk hewan kurban yang akan disembelih di Gunungkidul harus dipastikan sehat,” kata Kepala DPP Gunungkidul Ir Bambang Wisnubroto, Seni (27/07/2020).

Diungkapkan, ketika melaksanaka di TPH petugas juga memberikan rambu-rambu untuk diperhatikan tempat antrian ternak, tempat potong ternak, pembuangan limbah potong ternak, tempat pembersihan daging dan lain lain. Sejumlah TPH juga sudah banyak dipesan untuk pemotongan mulai Jumat (31/07/2020) sampai hari Tasrik, Minggu (02/08/2020) dari Takmir Masjid.

“Tim pemantau menyarankan adanya pemisahan antrian ternak sapi yang dipotong dengan tempat penyembelihan. Agar sapi yang masih antri tidak melihat penyembelihan menghindari sapi stress. Selain itu perlu disiapkan tempat daging bersih. Sedangkan olah limbah dianggap cukup memadai,” imbuhnya.

Bambang Wisnu Broto menambahkan, kunjungan pemantauan TPH dalam rangka persiapan Idul Kurban kali ini untuk memastikan kesiapan TPH dalam menyelenggarakan pemotongan hewan. Gunungkidul sendiri memiliki sekitar 20 TPH, namun tidak semua melaksanakan pemotongan hewan kurban. Karena beberapa tidak menerima pemotongan hewan kurban dengan alasan kekurangan tenaga.

“ ntuk rekomendasi yang dikeluarkan DPP untuk masjid yang akan menyelenggarakan pemotongan sendiri terdapat 523 Masjid di 18 Kapanewonan,” jelasnya. (Ded)

BERITA REKOMENDASI