334 Warga Gungkidul Terserang DBD

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dalam dua bulan terakhir di Kabupaten Gunungkidul meningkat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul mencatat selama dua bulan jumlah penderita terdata sebanyak 334 orang dan telah menjalani rawat inap dan penanganan intensif di sejumlah rumah sakit.

Dari jumlah tersebut, dua orang korban meninggal dunia. Tingginya kasus DBD diantaranya disebabkan karena rendahnya pemahaman masyarakat terkait kesehatan lingkungan. “Data yang masuk merupakan pasien pulang rawat,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinkes Gunungkidul, Sumitro MKes.

Untuk wilayah sebaran wilayah endemik DBD berada di sejumlah kecamatan, di antaranya adalah Kecamatan Karangmojo, Ponjong, Wonosari dan Patuk. Menurutnya, adanya peningkatan kasus ini menjadi perhatian banyak pihak, terutama masyarakat yang harus peka terhadap lingkungan sekitar.

Ditemukan kecenderungan bahwa warga memberi ruang nyamuk untuk berkembang biak. Karena itu pihaknya berharap agar ada gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) sehingga tidak ada jentik nyamuk yang bisa berkembang biak. “Dari sebanyak 334 kasus yang kita temukan terdapat satu orang meninggal yakni pasien DBD dari Kecamatan Patuk,” ucapnya.

Terpisah Kepala Dinkes, dr Dewi Irawaty MKes menambahkan, aktivitas nyamuk aedes aegypty yakni pada pagi hari yang muncul antara pukul 8.00-10.00 WIB. Sementara sore mulai pukul 15.00 hingga 16.00 WIB. Karena itu pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan pencegahan dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), selain itu juga agar menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat.

Untuk pencegahan agar nyamuk tidak berkembang biak dengan menerapkan program 3 M, (mengubur, menguras dan menutup) tempat-tempat yang berisiko jadi lokasi perkembangbiakan, nyamuk demam berdarah. ”Masyarakat hendaknya melakukan pembiasaan dan berprilaku hidup sehat dengan menjaga kebersihan diri maupun lingkungan agar terbebas dari nyamuk demam berdarah,” terangnya. (Bmp)

BERITA REKOMENDASI