34.440 Hektare Lahan Kering Telah Terolah

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Sebanyak 34.440 hektare lahan kering sudah terolah menjelang musim penghujan tahun ini, yang diperkirakan akan jatuh pada dasarian kedua bulan ini. Jumlah tersebut sudah 82,6 persen dari seluruh lahan kering yang ada di Gunungkidul. Bahkan, di antaranya sudah ditanami padi dengan cara ngawu-awu, terutama di wilayah selatan, seperti Girisubo, Rongkop, Tepus, Tanjungsari, Paliyan, Saptosari, Panggang dan Purwosari.

Informasi masyarakat, sebagian wilayah Kecamatan Saptosari sudah ada tanaman yang tumbuh, karena di kecamatan ini sudah pernah hujan lebat. ”Secara keseluruhan pernyiapan lahan sudah memadai, tinggal menunggu hujan turun secara teratur,” kata Kepala Dinas Pertanian Gunungkidul, Ir Bambang Wisnu Broto.

Baca juga :

DIY Memasuki Musim Pancaroba
Pencetakan E-KTP Prioritas Perekaman Baru

Selain persiapan lahan, para petugas dan penyuluh pertanian sudah melakukan rapat kring setiap pedukuhan untuk membahas yang berkaitan dengan teknis pertanian, cara tanam, pemupukan, pengobatan dan termasuk di antaranya untuk mengantisipasi ada pedatan hujan bagi petani yang tanam ngawu-awu atau mendahului. Walaupun, petani kawasan selatan tanam mendahului sudah merupakan kebiasaan turun temurun, sehingga mereka sudah biasa menghadapi berbagai kemungkinan.

Sementara untuk serapan pupuk, sudah tersalurkan sebanyak 6.650 ton urea atau sudah 76 persen dari 8.762 ton yang akan disalurkan. Sisanya sekitar 24 persen, disalurkan sesuai dengan kebutuhan tanaman atau masa pemupukan. Pupuk lain, NPK phonska terserap 4.335 ton atau 78 persen dari alokasi yang disiapkan, ZA terserap 544,8 ton atau 54 persen , SP 36 terserap 597,24 ton. (Ewi)

BERITA REKOMENDASI