385 Hektare Tanaman Pangan Gagal Panen

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Bencana banjir yang menerjang Gunungkidul beberapa waktu lalu, tidak hanya menyebabkan kerusakan infrastruktur, tetapi juga mengakibatkan 50 hektare lahan tanaman padi terancam gagal panen. Untuk mengurangi beban petani yang dirundung kerugian, Dinas Pertanian dan Pangan mendistribusikan bantuan benih sebagai bagian dari ganti rugi petani.

”Total lahan tanaman pangan yang terancam gagal panen mencapai 385 hektare,” kata Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan, Raharjo Yuwono, Jumat (22/12/2017).

Kerusakan paling parah terjadi di Kecamatan Karangmojo yang luasannya mencapai 103 hektare. Wilayah ini termasuk daerah yang sebagian sawahnya hilang akibat tergerus banjir.

”Selain itu, kerusakan parah lahan pertanian akibat tergerus banjir juga terjadi di Kecamatan Semanu yang mencapai 92 hektare, Rongkop 35 hektare dan untuk 13 kecamatan lain kerusakan lahan pertanian mencapai 21 hektare,” imbuhnya.

Terkait dengan dampak banjir yang merugikan petani, pihaknya saat ini juga sudah memberikan bantuan stimulant sebagai pengganti benih padi dan jagung masing-masing wilayah sebanyak satu ton kepada para petani. Meskipun demikian, akibat kerusakan yang cukup luas pihaknya mengakui bahwa jumlah tersebut tidak mampu mencakup semua lahan pertanian yang rusak terdampak banjir.

Diakui, selain sawah yang hilang, petani terdampak banjir memang masih ada harapan untuk panen, hanya saja waktunya mundur dari kondisi normal. Respons para petani dalam menyikapi bencana yang terjadi saat ini sudah cukup baik.

Terbukti ketika bantuan benih tiba, mereka langsung melakukan tambal sulam di lahan yang terdampak banjir. “Kami berharap meskipun terjadi keterlambatan penanaman, namun dengan curah hujan yang baik mereka bisa memperoleh hasil panen,” terangnya. (Bmp)

BERITA REKOMENDASI