40 Persen Desa Wisata Mati Suri

Editor: KRjogja/Gus

WONOSARI (KRJogja.com) – Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbupar) Gunungkidul mencatat dari 12 desa wisata, hanya 60 persen yang berkembang. Sisanya sebanyak 40 persen desa wisata mengalami mati suri. Secara kepengurusan masih ada, namun tidak ada aktivitas.

 

"Salah satu penyebab desa wisata mati suri yakni pandangan tidak menghasilkan pendapatan. Padahal potensi atau destinasi wisata apabila dikelola dengan benar, tentunya akan memberikan dampak positip terhadap masyarakat," kata Kepala Disbudpar Gunungkidul Saryanto SE, Sabtu (13/08/2016).

Untuk mengatasi hal tersebut, lanjutnya, pemerintah mendorong masyarakat membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sehingga bisa mengelola berbagai potensi wisata pada masing masing desa. ‎Kesadaran masyarakat akan potensi wisata memang perlu ditumbuhkan. Pemerintah terus mendorong pengembangan wisata alam maupun buatan. Serta memadukan dengan budaya di masyarakat. Sinergi antara potensi wisata dengan kebudayaan tentunya akan mendatangkan kesejahteraan. "Salah satunya saat ini dilakukan sosialisasi di Kecamatan Purwosari. Karena memiliki potensi goa dan harapannya bisa dikembangkan masyarakat,"jelasnya.

‎Kabid Pengembangan Produk Wisata Disbudpar Hari Sukmono menuturkan, potensi destinasi wisata di Gunungkidul memang cukup besar. Bahkan masing-masing desa memiliki potensi tersendiri. Namun dinas prihatin karena pengembangannya masih ada yang mati suri. (Ded)

BERITA REKOMENDASI