400 Hektare Padi di Gunungkidul Gagal Panen

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Di tengah kekeringan yang mengakibatkan 400 hektare tanaman padi gagal panen atau puso, petani di Pedukuhan Ngasinan Desa Hargomulyo, Kecamatan Gedangsari, masih dapat memanen lahannya tiap hektare menghasilkan 5,35 ton. Pada ubinan seluas 10 hektare di Pedukuhan Ngasinan menghasilkan 53,5 ton.

Lahan yang dipenen hanya mengandalkan air aliran sungai yang kemudian disedot dengan pompa oleh para petani. Artinya, kendati untuk luas tanaman padi lahan kering ada yang gagal panen 400 hektare, jumlah tersebut hanya 0,006 persen dari lahan seluruhnya. “Dalam hal ini hanya sebagian kecil lahan yang gagal panen,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Gunungkidul Ir Bambang Wisnu Broto.

Diakui, musim kemarau tahun ini lebih cepat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Biasanya masih ada hujan kiriman di bulan Mei dan Juni. Tetapi sekarang tidak ada hujan lagi. Meski begitu untuk produksi tanaman padi lahan kering tidak banyak terjadi penurunan produksi.

Sementara, di lapangan banyak petani yang lahan sawahnya mengandalkan sumur bor mengaku tanamannya banyak yang gagal panen. Akibat tidak ada hujan kiriman, seluruh lahan mengandalkan sumur yang ada. Padahal di musim kering seperti sekarang, debit air sumur bor mengalami penurunan.

Sementara areal yang butuh air tidak berubah. Siklus bergilir untuk mengoncori tanaman semakin panjang, sehingga tanaman padi kekurangan air. “Akibatnya banyak yang mati,” tambahnya.

Bahkan beberapa lahan di wilayan Kecamatan Karangmojo banyak lahan tanaman padinya gagal total. Tanaman tersebut tidak dapat berbuah dan hanya dijadikan hijauan makanan ternak. Untuk yang tanam awal ada yang panen separuhnya atau hanya seperempat saja. “Secara umum panen tahun ini benar-benar memprihatinkan karena gagal tidak panen,” kata Kepala Dukuh Ngawis II, Marjuki. (Ewi)

BERITA REKOMENDASI