477 Kasus Tuberkulosis Ditemukan di Gunungkidul

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Bupati Gunugkidul Hj Badingah SSos mengungkapkan, berdasarkan data World Health Organization (WHO) jumlah kasus Tuberkulosis (TB) di Indonesia menduduki peringkat ke 2 di dunia dibawah India. Khusus di DIY tahun 2018 ditemukan 3.772 kasus TB, sedangkan di Gunungkidul tercatat 477 kasus.

“Untuk di Gunungkidul dari jumlah tersebut 145 orang sembuh, pengobatan lengkap 320 orang, putus berobat 4 orang dan 51 meninggal dunia. Oleh sebab itu, penanganan TB harus dilakukan bersinergi semua pihak. Agar sembuh, pengobatannya harus teratur dan tuntas,” kata Hj Badingah di acara Puncak Peringatan Hari TB se Dunia di aula Kecamatan Semanu, Rabu (26/03/2019).

Ketua Perkumpulan Pemberantasan TB Indonesia (PPTI) Gunungkidul Iwan Busro menuturkan gejala TB dapat dideteksi seperti batuk lebih dari 2 minggu, sesak nafas, berat badan menurun hingga berkeringat di malam hari tanpa aktivitas. Bila terdapat gejala tersebut perlu segera untuk periksa. “Seluruh puskesmas sudah bisa melayani deteksi TB, termasuk rumah sakit di Gunungkidul,” ujarnya.

Menurutnya pemberatasan TB memang memerlukan partisipasi semua pihak, termasuk masyarakat yang ada di lapangan. Bila menemukan salah satu indikasi seperti batuk tak sembuh 2 minggu lebih, sebaiknya langsung diperiksa ke puskesmas atau rumah sakit.

"Langkah tersebut untuk mendeteksi dan apabila terdapat kasus, langsung bisa ditangani dengan cepat. Obatnya gratis di puskesmas,” jelasnya. (Ded)

BERITA REKOMENDASI