56 Desa di Gunungkidul Bakal Gelar Pilkades Serentak

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Dari sebanyak 56 desa di Gunungkidul akan menyelenggarakan pilkades serentak, terdapat tiga desa yang harus melakukan seleksi tambahan lantaran jumlah pendaftar melebihi batas maksimal. Ketiga desa menyelenggarakan seleksi tambahan tersebut yakni Desa Sumberwungu (Tepus) dengan jumlah pendaftar 7 orang, Desa Karangasem (Paliyan) dengan jumlah pendaftar 6 orang dan Desa Bunder (Patuk) dengan 6 orang.

”Sesuai ketentuan jumlah maksimal pendaftar hanya lima orang,” kata Kepala Bidang Pemerintahan Desa, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul, M Farkhan.

Baca juga :

Panitia Pilkades Desa Wonosari Disomasi
Gunungkidul Bebas Penyakit Rabies

Untuk desa-desa dengan jumlah pendaftar lebih dari 5 orang maka akan dilakukan tahapan seleksi yang nantinya diselenggarakan oleh panitia pemilihan kepala desa. Dalam seleksi tersebut terdapat sejumlah poin yang menjadi bahan penilaian dan seleksi tambahan ini diantaranya juga termasuk tentang pengalaman kerja di bidang pemerintahan, tingkat pendidikan dan usia.

Sedangkan menyangkut proses seleksi diharapkan dilakukan oleh desa, pasalnya, penetapan calon kepala desa harus sudah selesai pada tanggal 14 Oktober mendatang. Semetara untuk desa lainnya, saat ini masuk dalam proses penelitian berkas para pendaftar.”Pilkades serentak tahun ini di Gunungkidul tidak terjadi adanya calon tunggal,” imbuhnya.

Dalam pilkades serentak ini, pemerintah telah menyiapkan dana sebesar Rp 3,1 miliar. Nantinya dana tersebut akan di bagi kepada masing-masing desa yang menggelar pilkades serentak.

Dengan jumlah anggaran tiap-tiap desa penyelenggara tidak sama yakni berkisar antara Rp 30-90 juta per desa. Sampai saat ini sudah semua desa telah membentuk panitia untuk pilkades dengan tata tertib dan Rancangan Anggaran Biaya (RAB). Untuk anggaran pilkades serentak akhir tahun ini pemerintah mengeluarkan dana sebesar Rp 3,1 miliar.

Mengenai perbedaan jumlah anggaran yang diterima masing-masing penyelenggara pilkades karena adanya perbedaan jumlah pemilih. Jika calon semakin banyak maka jumlahnya akan semakin banyak. ”Perbedaannya jumlah DPT dan TPS nya dan menyangkut data pemilih sudah dikoordinasikan dengan Dukcapil dan KPU.” pungkasnya. (Bmp)

BERITA REKOMENDASI