7 Mantan Anggota DPRD Gunungkidul Masuk Wirogunan

Editor: KRjogja/Gus

WONOSARI, KRJOGJA.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Gunungkidul, Rabu (19/6) bakal melakukan eksekusi jilid dua. Sebanyak tujuh mantan anggota DPRD setempat periode 1999-2004 yang telah divonis Pengadilan Tipikor terbukti  melakukan tindak pidana korupsi dana APBD tahun 2003/2004 dengan kerugian negara mencapai lebih dari Rp 3 miliar, sudah berkuatan hukum tetap. Perintah eksekusi terhadap para terpidana tersebut mengacu pada salinan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) sejak sebelum lebaran lalu.

"Sebenarnya terdapat 8 orang yang dieksekusi, tetapi terdapat satu orang telah meninggal dunia dan dinyatakan gugur demi hukum," kata Kasi Intel Kejari Gunungkidul, Abdul Syukur SH, Selasa (18/6).

Sesuai salinan putusan MK nama-nama terpidana tersebut adalah Supriyono, FX Ngatijan (almarhum), Purwodarminto, Pardiro, Yogi Pradono, Naumi Prirusmiyati, Bambang Eko Prabowo dan Nurhadi Rahmanto. Sebelum dilakukan eksekusi, mereka telah dipanggil Kejaksaan. Tetapi hingga Selasa (18/6) tidak seluruh terpidana hadir untuk menerima penjelasan dan beberapa diantaranya meminta penangguhan sementara lantaran masih ada sejumlah kesibukan.

"Mereka mengajukan kesanggupan Rabu (19/6) hari ini akan ada 3 orang dan langsung kita lakukan eksekusi, sedangkan satu orang lagi kita eksekusi bulan Juli," terangnya.

Dari sejumlah terpidana tersebut terdapat 3 orang yang datang ke kantor Kejari untuk mengikuti serangkaian pemeriksaan kesehatan dan kesiapan lainnya. Ke tiga orang yang memenuhi panggilan eksekusi adalah Aj Sumarno (77), Yogi Pradono (53) dan Pardiro (56). Usai dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh tim medis, ketiga terpidana tersebut akan langsung diantarkan ke lembaga pemasyarakatan Kelas II-A Wirogunan Yogyakarta untuk menjalani hukuman badan selama satu tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 2 bulan penjara.

Sebagaimana diketahui terdapat 34 anggota DPR Gunungkidul periode 1999-2004 tersandung kasus korupsi anggaran tunjangan APBD tahun 2003-2004 dengan kerugian lebih dari Rp 3 miliar rupiah. Pada awalnya belasan mantan anggota DPRD ini telah dieksekusi. Namun demikian, masih ada beberapa orang yang belum dieksekusi. Sebenarnya pada bulan Mei 2018 lalu, 8 berkas eksekusi sudah turun, namun terdapat kekeliruan penulisan nama, sehingga berkas tersebut harus dikembalikan dan proses eksekusi terpaksa ditunda. (Bmp)

BERITA REKOMENDASI