76.514 Warga Gunungkidul Kekurangan Air Bersih

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Dampak musim kemarau mulai terasa di wilayah Kabupaten Gunungkidul dan hasil pendataan lapangan terdapat 10 kecamatan mulai kekeringan dan dalam waktu dekat seluruhnya memerlukan droping air. Dari 10 kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Girisubo, Rongkop, Purwosari, Tepus, Ngawen, Ponjong, Semin, Patuk, Semanu dan Paliyan dan setiap hari dikerahkan 5 unit mobil tangki. Totalnya melakukan droping air 20 rit setiap hari. Sedangkan jumlah warga yang memerlukan bantuan air bersih mencapai 76.514 jiwa terdiri dari 21.519 KK.

“Sejak 1 Juni lalu kami sudah melakukan droping air di lokasi yang memang sudah kesulitan air bersih,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gunungkidul Edi Basuki MSi.

Khusus yang sudah mendesak dilakukan droping air bersih meliputi tiga kecamatan yakni Kecamatan Paliyan, Girisubo, dan Rongkop. Sedangkan yang menyangkut kecamatan lain prinsipnya akan terus dipantau dan jika sudah ada yang meminta bantuan akan langsung diberikan.

Sementara dari rapat koordinasi yang dilakukan BPBD Gunungkidul, Kecamatan Tepus sudah mengajukan permohonan droping air. Dia memperkirakan kecamatan lainnya akan mulai mengajukan permohonan air dalam waktu mendatang. “Angggaran yang disiapkan saat ini sekitar Rp 530 juta untuk pengadaan air bersih sebanyak 2.200 tangki air,” imbuhnya.

Terdapat wilayah tertentu yang memang harus memerlukan perhatian di antaranya di Kecamatan Gedangsari dari sisi lokasinya membutuhkan pengemudi dan kendaraan yang harus lebih bagus dan kini juga tengah disiapkan. Sementara data di Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalop) BPBD Gunungkidul pada musim kemarau ini terus di-update.

Data rincinya untuk kawasan kekeringan yang tersebar di 10 kecamatan meliputi 248 dusun, 50 desa. Jumlahnya mencapai 21.519 KK atau 76.514 jiwa. Edi menambahkan, selain dari BPBD upaya untuk mengatasi kekeringan ini juga dilakukan sejumlah kecamatan yang memiliki mobil tangki. Sehingga pelaksanaan droping ini dilakukan secara berkoordinasi agar seluruh masyarakat yang memang terdampak kekeringan bisa tersasar droping dari pemerintah.

“Droping air dilakukan BPBD, sedangkan kecamatan yang memiliki mobil tangki juga menyasar di wilayah sulit air,” terangnya. (Bmp/Ded)

BERITA REKOMENDASI