800 Hektare Padi di Tanjungsari Puso

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Sebanyak 1.870 hektare tanaman padi yang tumbuh pertengahan November lalu, sekarang mati kekeringan menyusul gangguan hujan yang hingga sekarang tidak turun secara teratur. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah luas jika dalam satu atau dua hari ini hujan lebat tidak segera mengguyur wilayah Gunungkidul.

Tanaman puso tersebut terluas di wilayah Kecamatan Tanjungsari 800 hektare, Kecamatan Tepus 700 hektare, Kecamatan Wonosari 110 hektare, Kecamatan Paliyan 45 hektare dan Kecamatan Saptosari 215 hektare. ”Usaha yang dapat dilakukan berdoa mudah-mudahan hujan lebat segera turun agar petani dapat tanam ulang” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dipertangan) Gunungkidul Ir Bambang Wisnu Broto.

Baca juga :

Mobil Pickup Mundur Sendiri, 'Nyemplung' Sungai Gajah Wong
Empat Wilayah Belum Ditetapkan Sebagai Kecamatan Inklusi

Ribuan hektare lainnya segera menyusul puso, jika hujan tidak segera turun. Sebagaimana dikatakan Camat Saptosari Jarot Hadiatmojo SIP MSi, selain 215 hektare yang sudah mati, ada 450 hektare yang kekeringan berat, 670 hektare kekeringan sedang dan 222 hektar kekeringan sedang.

Sedangkan untuk tanaman jagung seluas 1.764 hektare, 185 hektare sudah mati, 308 kekeringan berat 510 hektare kekeringan sedang dan 761 hektare kekeringan ringan. Tanaman kacang tanah yang luasnya 573 hektar, mengalami kekeringan ringan 357 hektare, sedang 157 hektare dan 59 hektare kekeringan berat. ”Jika tidak segera hujan, yang kekeringan berat menjadi mati, sedang menjadi berat dan yang ringan menjadi sedang,” tambahnya.

Berbeda dengan di Kecamatan Semanu, menurut Camat H Huntoro Purwo Wargono SH, tanaman padi yang tumbuh di wilayahnya baru 300 hektar, 110 hektar kekeringan ringan, 55 kekeringan sedang dan 25 hektar kekeringan berat. Untuk wilayah Kecamatan Semanu belum ada tanaman yang mati.

Hal senada dikatakan Camat Panggang Drs Winarno MSi, belum ada yang mati. Bahkan, hampir seluruh tanaman belum tumbuh, karena tidak ada hujan yang memadai. Dia tidak menjelaskan, padi yang belum tumbuh ini karena benihnya lapuk atau karena belum cukup air untuk menumbuhkan tanaman. ”Sebagian kecil yang tumbuh di wilayah perbatasan Kecamatan Saptosari,” jelasnya.

Hari hujan bulan Desember, kata Kepala Dipertangan Gunungkidul Ir Bambang Wisnu Broto, tanggal 1, hanya terjadi di Kecamatan Paliyan 3 mm, Tanjungsari 2 mm, Kecamatan Semanu 7 mm, Kecamatan Ponjong 6 mm, Kecamatan Wonosari 13 mm, Kecamatan Patuk 43 mm, Kecamatan Nglipar 21 mm, Kecamatan Ngawen 8 mm dan Kecamatan Semin 20 mm. Tanggal 2 Desember, hujan di Kecamatan Girisubo 11 mm, Kecamatan Patuk 2 mm, Kecamatan Ngawen 1 mm dan Kecamatan Semin 14 mm. Tanggal 3 Desember, Kecamatan Ngawen 1 mm dan Kecamatan Semin 4 mm. ”Jadi mesti beberapa kecamatan ada hujan, tetapi jauh dari memadai untuk kebutuhan tanaman,” ujarnya. (Ewi)

BERITA REKOMENDASI