‘Pak Ogah’ Dilarang Peras Wisatawan

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Polres Gunungkidul melakukan pembinaan terhadap Keberadaan ‘Pak Ogah’ di sejumlah jalur wisata khususnya objek wisata Pantai di Kabupaten Gunungkidul dari Kecamatan Saptosari, Tanjungsari, Tepus , Rongkop dan Girisubo mengantisipasi kemungkinan adanya keresahan wisatawan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Karena itu pemkab dan kepolisian akan bertindak tegas terhadap mereka yang galibya ikut mengatur dan memandu perjalanan tetapi buntutnya hanya meminta uang.

”Melalui para Babinkamtibmas kami sudah lakukan pembinaan dan siap menindak tegas jika terjadi pemerasan dengan dalih apapun yang berkaitan dengan objek wisata,” kata Wakapolres Kompol Joko Hamijoyo.

Baca juga :

Pribadi Sederhana Berkualitas Internasional
Bus Tidak Dilarang Naik Lewat Imogiri

Pihaknya sudah berkomunikasi dengan Pemkab Gunungkidul untuk menindak tegas oknum yang meresahkan, seperti adanya Pak Ogah yang melakukan pemerasan kepada para wisatawan. Tetapi dalam melakukan langkah-langkah tidak akan gegabah dalam mengantisipasi adanya keluhan wisatawan.

Sejumlah anggota diterjunkan untuk melakukan pemantauan di lapangan. Selain itu kepolisian juga berkoordinasi dengan Satlinmas desa juga dengan para kepala desa.

Sementara pendataan ruas jalan rawan kecelakaan baik di sekitar tanjakan maupun tikungan juga sudah dilakukan. "Untuk ruas jalan rawan yang tidak terjangkau tim pengamanan akan kita koordinasikan dengan Linmas,” ucapnya.

Hasil temuan sementara memang tidak seluruh pemandu objek wisata tersebut melakukan pemerasan, bahkan ada yang dengan sukarela memandu perjalanan wisatawan menuju lokasi wisata tanpa meminta imbalan. Sikap yang demikian ini sepantasnya untuk diapresiasi dan pemkab sudah selayaknya memberikan penghargaan bagi mereka.

Dalam rapat koordinasi pimpinan daerah akan dicari terobosan untuk mengatasi persoalan Pak Ogah tersebut. Kepada wisatawan Wakapolres Gunungkidul meminta agar tidak mempercayai seseorang yang bisa menunjukkan jalan alternatif menghindari kemacetan agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan.

”Kita sudah terjunkan anggota dan jika terjadi kemacetan rekayasa lalu lintas akan kita kawal agar wisatawan tidak menjadi korban dari ulah oknum yang hanya akan mencari keuntungan,” terangnya. (Bmp)

BERITA REKOMENDASI