Aisyiyah Dorong Dibentuknya Perda Penanggulangan Tuberculosis

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Aisyiyah Gunungkidul mendorong pemerintah daerah untuk menerbitkan peraturan daerah untuk memaksimalkan penanggulangan Tuberculosis (TB). Karena berdasarkan analisa pada 2016 angka temuan kasus sebanyak 55 per 100.000 penduduk. Angka tersebut belum memenuhi target yang ditetapkan daerah yakni 67 per 100.000 penduduk.

”Angka tersebut baru 21,9 persen dari perkiraan total kasus. Sehingga masih ada sekitar 78,1 persen kasus TB yang belum ditemukan dan diobati,” kata Triasari, Koordinator TB Care Aisyiyah Gunungkidul.

Dikatakan, penanganan ini menjadi sangat penting karena pasien yang belum ditemukan memiliki peluang dalam menyebarkan penyakit TB. Hal ini membuat penyakit TB tidak bisa dianggap remeh. Oleh karena itu, diperlukan peraturan daerah sebagai payung hukum dalam melangkah atau memaksimalkan penanganan penyakit TB.

”Selama dua hari TB Care Aisyiyah bersama Dinas Kesehatan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain melaksanakan workshop dengan output draft raperda,” imbuhnya.

Berdasarkan data yang ada, pada 2017 terdapat 1.900 kasus TB. Sedangkan yang ditemukan hanya 500 pasien. Melalui peraturan daerah yang dibingkai dengan peraturan bupati akan menjadi acuan dan keseriusan pemerintah daerah menekan kematian akibat TB.

Sementara angka kematian TB juga termasuk banyak, karena sampai sekarang sudah mencapai 42 kasus. ”Aisyiyah juga mendukung penanggulangan TB yakni dengan program ketuk pintu. Pada 2017 lalu sebanyak 1.500 rumah berhasil disisir dan mendapati 400 suspect,” jelasnya. (Ded)

BERITA REKOMENDASI