Angka Kemiskinan di Gunungkidul Turun Menjadi 17 Persen

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Berkembangnya sektor pariwisata di Gunungkidul diyakini berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat yang terus membaik. Pemkab Gunungkidul mencatat setiap tahun ekonomi dan usaha masyarakat mengalami pertumbuhan hampir mencapai 6 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya. Laju perkembangan sektor pariwisata berbagai usaha bermunculan dari usaha makanan, jasa dan beberapa jenis usaha produktif lainnya.

”Pertumbuhan ekonomi di beberapa kecamatan membaik dari usaha toko oleh-oleh, perbelanjaan, resto, home stay dan beberapa objek wisata yang dikelola pokdarwis,” kata Kepala Bagian Perekonomian, Perencanaan dan Sumber Daya Alam Gunungkidul, Elvita Dewi Wahid.

Pembangunan infrastruktur sebagai kemudahan mobilitas juga semakin berdampak terhadap akses mobilitas masyarakat. Saat ini selain pemkab menggenjot pariwisata, infrastruktur dan penguatan kualitas sumber daya manusia ada sejumlah terobosan baru yang tengah digagas.

Beberapa akses pariwisata mulai ditangani dan diperhatikan, termasuk program dari Pemda DIY maupun pusat untuk pembangunan jalur selatan dan utara sebagai jalur alternatif. Saat ini kunjungan wisatawan hampir setiap hari tidak pernah sepi. Terlebih Gunungkidul memiliki kekayaan alam yakni 13 geosite yang tergabung dalam Geopark Gunungsewu.

”Berdasarkan survei dan pendataan Badan Pusat Statistik (BPS), setiap tahunnya laju pertumbuhan ekonomi di Gunungkidul terus membaik dan tingkat pertumbuhan ekonomi tahun 2019 ini sekitar 5-6 persen,” imbuhnya.

Selain itu untuk tingkat inflasi mengalami penurunan yakni sekitar 2,54 persen. Angka kemiskinan juga ditargetkan terus mengalami penurunan setiap tahunnya dari tahun lalu 19 persen lebih di tahun 2019 ini menjadi 17 persen. Jumlah ini akan terus diupayakan agar mengalami penurunan yang signifikan dan mengarah pada daerah yang lebih maju dengan kesadaran masyarakat mandiri yang lebih tinggi.

Keberhasilan sektor pariwisata juga berdampak terhadap menurunnya tingkat urbanisasi dan mampu menekan angka pengangguran. ”Saat ini banyak warga perantau pulang kampung untuk mengembangkan dengan usaha mandiri,” terangnya. (Bmp)

BERITA REKOMENDASI