Antisipasi Antraks, Perketat Pengawasan Wilayah Perbatasan

Editor: KRjogja/Gus

WONOSARI (KRJogja.com) – Dinas Peternakan Gunungkidul meningkatkan pengawasan terkait temuan virus antraks di Pacitan Jawa Timur. Petugas diterjunkan di lapangan untuk mencegah virus antraks masuk ke Gunungkidul salah satunya dengan cara memperketat pengawasan di wilayah perbatasan.

“Wilayah pacitan memang dekat sebab berbatasan dengan Gunungkidul. Oleh karena itu pengawasannya diperketat. Petugas diterjunkan untuk melakukan pemantauan di lapangan. Mengantisipasi masuknya virus antraks,” kata Kepala Dinas Peternakan Gunungkidul drh Krisna Berlian, Kamis (11/08/2016).

Diungkapkan, dinas sudah mendapatkan laporan berkait temuan penyakit serius yang disebabkan Bacillus Antracis di Pacitan. Tim puskeswan dan laboratorium sudah menuju ke wilayah perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah guna melakukan pemantauan.  Petugas melakukan sampel darah hewan dan tanah wilayah perbatasan. Langkah tersebut untuk mengantisipasi masuknya penyakit antraks ke Gunungkidul. “Karena wilayah Kabupaten Gunungkidul merupakan gudang ternak sapi. Bahkan jumlah populasi ternaknya mencapai lebih dari 147 ribu,” jelasnya.

Krisna menuturkan, virus antraks bisa menular melalui udara. Oleh sebab itu perlu antisipasi bila ada hewan ternak terjangkit dan sudah disembelih. Sebab bakteri dalam darah bisa menyebar melalui angin maupun tanah. Apabila menempel pada pakan ternak tentunya bisa menyebabkan penularan. (Ded)

BERITA REKOMENDASI