Badai Siklon Cempaka Penyebab Nelayan Paceklik

WONOSARI, KRJOGJA.com – Terjadinya musim paceklik ikan sejak akhir 2017 hingga saat ini, salah satu penyebabnya karena dampak dari badai siklon Cempaka yang terjadi beberapa waktu lalu. Akibat badai tersebut ikan diperairan laut selatan yang jaraknya kurang dari 8 mil dari pantai, menghilang.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan(DKP) Gunungkidul Ir Khaerudin kepada KR, Rabu (31/01/2018). ”Terjadinya paceklik ikan ini hampir terjadi di semua wilayah terutama di pantai selatan Pulau Jawa,” ujarnya. Atas kondisi demikian, pemerintah tidak bisa berbuat apa-apa, karena menyangkut cuaca dan iklim. 

Pihaknya hanya berharap agar para nelayan selalu bisa memantau cuaca, jika cuaca baik bisa digunakan untuk menangkap ikan. ”Tetapi jika cuaca masih buruk dan ikan tetap belum bersahabat, bisanya hanya pasrah,” tambahnya.

Pemerintah juga tidak bisa memberikan bantuan apa-apa kepada nelayan terkait dengan datangnya musim paceklik ikan. Bahkan tahun ini tidak ada anggaran untuk pengadaan alat tangkap bagi nelayan tradisional. Musim paceklik ikan tidak hanya terjadi di Pantai Baron Tanjungsari, tetapi juga di Pantai Ngrenehan Saptosari dan Pantai Gesing, Girikarto Panggang. 

Para nelayan di dua lokasi ini juga banyak yang libur melaut, karena cuaca masih buruk dan musim paceklik ikan masih menghantuinya. Para nelayan banyak yang beralih profesi memanen hasil pertanian baik jagung maupun padi.

Parman, salah seorang nelayan di Pantai Ngrenehan membenarkan musim paceklik ikan
sudah berlangsung lebih dari sepekan. Setiap hari rata-rata hanya ada 5 kapal yang melaut, tetapi hasilnya tidak memuaskan, bahkan nelayan harus merogoh saku lebih dalam untuk biaya operasional melaut. (Awa)

BERITA REKOMENDASI