Badingah Minta Produktivitas Padi Ditingkatkan

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Kelompok Tani (Klomtan) Setyo Utomo Desa Nglipar Kecamatan Nglipar Gunungkidul bekerja sama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) DIY melakukan panen padi dengan teknologi budidaya ‘Larikan Padi Gogo’ (Largo) Super di bawah tegakan tanaman perkebunan di Wono Mengger, Desa Nglipar, Kecamatan Nglipar.

Dihadiri Bupati Gunungkidul Hj Badingah SSos dan para kepala dinas terkait. “Dari budidaya padi sistem Largo hasilnya cukup baik dan memiliki produktivitas tinggi, keberhasilan ini hendaknya terus ditingkatkan,” kata Badingah.

Dilaporkan Kepala BPTP DIY Dr Joko Pramomo MP, pengembangan teknologi budidaya Largo Super di bawah tegakan tanaman perkebunan merupakan antisipasi dalam menghadapi berbagai permasalahan seperti alih fungsi lahan dan anomali iklim musim yang tidak menentu. Dalam teknologi Largo Super, petani dikenalkan dengan beberapa varietas unggul antara lain Rindang 1 dan Rindang 2.

Varietas itu merupakan varietas yang tahan terhadap naungan sehingga cocok ditanam di daerah-daerah kurang sinar matahari. Selain itu, varietas inpago 8 inpago 10 dan inpago 12 juga dikenalkan karena jenis ini cocok untuk lahan kering. Kemudian ada inpari 42 GSR ini merupakan jenis varietas baru yang di lepas oleh BPTP.

“Padi tersebut memang adaptif terhadap kondisi yang serba kurang optimal misalnya pupuknya kurang, tanahnya kurang subur, tapi masih mampu tumbuh dengan baik,” imbuhnya.

Dari varietas padi tersebut, setelah dipanen Inpago Unsoed dapat menghasilkan 7,4 ton/hektare Inpari 10 menghasilkan 7,3 ton/ hektare.Kedua jenis padi tersebut mengalami kenaikan hampir 2,9 ton/hektare atau meningkat 65 persen dari kondisi eksisting.

Kemudian Inpago 12 hasilnya 6,9 ton/ ha atau mengalami peningkatan sekitar 2,4 ton/ha, meningkat sekitar 54 persen dari kondisi eksisting. Sedangkan Rindang 1 hasilnya 6,2 ton/ha dan inpago 8 juga 6,2 ton/ha. Inpari 42 GSR menghasilkan 5,8 ton/ha. “Dari perolehan hasil panen semua varietas padi yang kami kenalkan, dapat dibuktikan semuanya bisa meningkatkan hasil produktivitasnya,” ucapnya.

Badingah menyatakan bahwa sebagian besar masyarakat adalah petani. Karena itu atas keberhasilan budidaya padi ino pemkab mengucapkan terima kasih kepada BPTPDIY yang telah memperhatikan dan memberikan fasilitas untuk petani sehingga mereka bisa lebih meningkatkan produksi tanaman padi. Masyarakat tidak mau lagi melihat masa lalu yang pernah mengalami kekurangan makanan di tahun 70an. (Bmp/Ewi)

BERITA REKOMENDASI