Banyak Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Tidak Dilaporkan

Editor: KRjogja/Gus

WONOSARI, KRJOGJA.Com – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak diKabupaten Gunungkidul masih banyak ditemukan pada tahun 2020 ini. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPPAKBPMD) Gunungkidul mencatat hingga bulan ini terdapat 11 kasus.

Dari 11 kasus tersebut meliputi 7 korban menimpa anak-anak dan 4 korban perempuan. Untuk yang korban anak-anak itu 6 diantaranya kekerasan seksual dan 1 mengalami penelantaran, sedangkan untuk korban perempuan 4 diantaranya mengalami kekerasan seksual dan 1 psikis.

“Mereka yang kini melaporan kasus ini telah kami berikan pendampingan,” kata Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DPPAKBPMD Gunungkidul , Rumi Hayati Rabu (01/07/2020).

Berdasarkan data, terbanyak korban yang masuk dalam kategori anak-anak ini masih bersekolah di jenjang pendidikan SMP dan SMA, namun ada juga yang masih tergolong dibawah umur. Dengan adanya kasus kekerasan yang mereka itu maka otomatis menghambat proses pendidikan mereka. Bahkan tidak jarang mereka juga mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakkan, seperti justifikasi terhadap korban, bullying dan beberapa dampak lainnya.

Padahal korban kekerasan ini seharusnya mendapatkan dukungan moral untuk bangkit dari keterpurukan. Sehingga sejauh ini banyak dari mereka (korban kekerasan) memilih untuk menghentikan belajar di sekolah.“Dengan kasus yang mereka alami ada yang sampai berdampak berhenti dari sekolah,” imbuhnya.

BERITA REKOMENDASI