Banyak Penyedia Jasa Sarana Wisata di Gunungkidul Tak Berizin

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Pemkab Gunungkidul agar melakukan pengawasan terhadap penyedia jasa sarana wisata di wilayah Pantai Selatan, termasuk pengoperasian gondola di Pantai Timang Tepus. Ternyata gondola tersebut belum mengantongi izin dan sertifikasi kelayakan alat dan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP). Sarana tersebut telah melukai wisatawan mancanegara asal Malaysia yang terpaksa harus menjalani pengobatan akibat jarinya terputus.

”Kejadian ini tidak bisa dibiarkan dan selayaknya penyedia jasa dikenai sanksi terlebih jika benar usaha itu tidak berizin merupakan pelanggaran,” kata Sukisno (50), salah satu wisatawan Pantai Timang.

Tidak adanya izin dari penyedia jasa gondola, juga diakui Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul Ir Asti Wijayanti MA yang dihubungi wartawan secara terpisah. Bahkan pihaknya sebetulnya tidak kurang-kurangnya melakukan imbauan dan sosialisasi untuk mengarahkan dan mengingatkan kelompok pengelola sarana wisata, termasuk gondola ini untuk mengajukan izin.

Namun hingga kini kelompok pengelola gondola tersebut belum mengajukannya. Dari hasil penelusuran lapangan kejadian serupa ternyata tidak hanya terjadi sekali. ”Mengoperasikan sarana seperti gondola harus ada kelayakan baik dari sisi tempat dan peralatan yang dioperasikan agar terhindar dari kecelakaan,” imbuhnya.

Terkait dengan kasus kecelakaan yang menimpa wisatawan asing, Dinas Pariwisata akan bekerja secara multi sektoral dan mendesak pengelola gondola Pantai Timang memiliki sertifikat kelayakan alat. Saat ini, pihaknya hanya bisa melakukan pembinaan.

Sedangkan ke depan pihaknya akan berusaha memperbaiki pelayanan sehingga wisatawan yang berkunjung ke Gunungkidul bisa memperoleh kenyamanan. ”Untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan berulang pihak pengelola wisata gondola harus segera mengurus sertifikat konstruksi untuk mengukur kualitas yang berkaitan dengan ‘Standart Operating procedur’ (SOP) yang berlaku dengan mendatangkan tenaga ahli,” terangnya.

Dari data lapangan, saat ini selain gondola, banyak usaha sewa dan penyedia jasa wisata tetapi belum memiliki izin, hal ini semestinya Dinas Pariwisata juga instansi terkait segera turun tangan dan memberikan sanksi. ”Pemkab Gunungkidul yang kini nemu sukses lantaran banjir wisatawan setiap liburan jangan hanya menarget besarnya pendapatan daerah. Tetapi juga memperhatikan risiko dampak dan pemanfaatan sarana wisata yang berpotensi dapat mencelakakan wisatawan,” pungkas Sukisno. (Bmp)

BERITA REKOMENDASI