Baru 30 Persen Kendaraan Rutin Uji KIR

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Dinas Perhubungan Kabupaten Gunungkidul terus berupaya meningkatkan kesadaran pemilik kendaraan umum dan beban untuk melakukan uji KIR kendaraan. Kesadaran dan ketaatan terhadap peraturan khususnya uji kendaraan dinilai cukup rendah, padahal ketentuan wajib untuk uji KIR kendaraan sangat penting untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan saat kendaraan dioperasikan.

“Kesadaran masyarakat melakukan uji KIR tercatat sangat rendah dan baru sekitar 30% kendaraan yang rutin melakukan pengecekan dan uji kendaraan,” kata Kepala UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Gunungkidul, Daru Sasongko.

Rendahnya kesadaran masyarakat mengenai uji KIR disebabkan berbagai faktor, di antaranya meski banyak kendaraan yang masuk ke Gunungkidul karena mutasi atau lainnya, namun kondisi mobil tergolong tua. Sehingga pemilik kadang sering mengabaikan untuk melakukan uji kendaraan.

“Faktornya memang banyak, selain usia kendaraan banyak tunggakan uji KIR dan terkendala jarak tempuh dari daerah ke pusat layanan uji kendaraan yang jauh,” imbuhnya.

Adapun berdasarkan data yang ada, kendaraan baik mobil barang milik pribadi, angkutan dan jenis lain yang terdaftar wajib melakukan uji KIR yakni mencapai 10.313 unit. Namun dari puluhan ribu kendaraan itu rata-rata hanya sekitar 3.838 unit yang rutin dua kali melakukan uji KIR selama satu tahun.

Sedangkan sisanya masih sulit untuk diminta melakukan uji KIR. Terbanyak kendaraan yang rutin diuji KIR adalah kendaraan angkutan umum. Ketentuan uji kendaraan seperti ini sebenarnya sangatlah penting. Pengujian dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kelayakan dan fungsi dari komponen kendaraan yang ada. “Namun lantaran minimnya kesadaran membuat masyarakat banyak yang enggan melakukan uji KIR,” ucapnya.

Terkait hal tersebut, Dinas Perhubungan Gunungkidul akan terus berupaya melakukan aksi nyata untuk mendorong pemilik kendaraan untuk taat peraturan. Salah satu upaya yakni menggiatkan operasi yang dilakukan mandiri maupun gabungan dengan penegak hukum lain.

Dengan adanya operasi rutin semacam ini, diharapkan pemilik kendaraan memiliki kesadaran untuk melakukan uji KIR. Upaya lain yakni mengusulkan adanya pemutihan penghapusan denda bagi kendaraan yang terlambat atau tidak melakukan uji KIR. “Kita berharap ada kebijakan pemerintah untuk penghapusan denda bagi pemilik kendaraan yang tidak melakukan uji kendaraan secara berkala setiap 6 bulan sekali,” terangnya. (Bmp)

BERITA REKOMENDASI