Belalang Beracun Mulai Dikendalikan

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Petugas gabungan dari Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta, serta petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) menggelar gerakan pengendalian (gerdal) belalang beracun (setan) di Karangrejek. Upaya tersebut untuk memutus rantai perkembangan populasi belalang yang cukup mengkhawatirkan tersebut.

Gerdal berhasil menangkap ratusan belalang setan di lima lokasi. Hasil penangkapan belalang ada di beberapa pohon jati, kelapa, jagung dan di tanaman kayu lainnya, selain akan diperiksa di laboratorium juga sebagian akan dimusnahkan. "Gerdal ini untuk mengantisipasi agar serangan tidak meluas, juga untuk memutus mata rantai perkembangan belalang setan. Di samping itu untuk pembelajaran prinsipprinsip pengendalian hama terpadu," jelas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Ir Bambang Wisnubroto, di sela pengendalian di Bulak Kelompok Tani Handayani Dusun Karangduwet 1 Desa Karangrejek Kecamatan Wonosari.

Menurut Kepala BPTP Yogyakarta, Ir Suparjono, jenis hewan belalang setan pernah ditemukan di Guwosari Bantul pada 2015 lalu. Jenis binatang ini merupakan belalang hutan namun sudah menjalar ke ladang tanaman rakyat karena butuh makanan. Belalang setan tersebut memiliki senjata busa berwarna putih jika dipencet. "Busa ini kalau dipegang akan menimbulkan gatal-gatal," katanya.

Sedangkan upaya preventif untuk menanggulangi perkembangan populasi belalang ini dengan cara penangkapan manual, tidak dengan kimia. Setelah dikumpulkan lalu dimusnahkan dengan cara dibakar atau dikubur.

"Masyarakat tidak perlu takut dengan adanya belalang ini karena populasinya masih terbatas. Jika menemukan jenis belalang yang berwarna merah lorek-lorek dan bulunya ada trotol-trotol, ditangkap dan dimusnahkan saja," imbuh Suparjono.

Kepala Desa Karangrejek Wonosari, Marjono, yang ditemui terpisah mengatakan jenis belalang ini baru muncul di Karangrejek tahun ini. Kerap ditemui pada pepohonan yang lembab, dan terbangnya tidak terlalu jauh.

"Ada warga yang menangkap lalu digoreng, tetapi setelah dimakan rasanya pahit, hasil gorengan belalang setan tersebut diberikan kepada ayam juga tidak mau memakannya," terangnya. (Awa/Ded)

BERITA REKOMENDASI