Bukit Natah Retak, Warga Nglipar Diungsikan

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Bencana alam tanah longsor masih berpotensi terjadi di sejumlah titik di wilayah Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta. Hal ini ditandai dengan munculnya retakan-retakan tanah yang dikhawatirkan dapat mengancam keselamatan penduduk yang tinggal di sekitarnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul secara intens melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, menghadapi munculnya retakan tanah sepanjang 60 meter dengan lebar 1 meter di kawasan padat penduduk Desa Natah, Kecamatan Nglipar, Gunungkidul. Untuk mencegah jatuhnya korban, sebanyak lima Kepala Keluarga (KK) diungsikan dan puluhan KK lainnya diminta siaga jika terjadi hujan deras, karena berpotensi longsor.

"Lokasi tanah retak terus kita pantau dan warga yang bermukim di kawasan perbukitan itu kita minta waspada," kata Kasi Kedaruratan BPBD Gunungkidul Sutaryono SSos, Jumat (22/12/2017).

Tanah retak berpotensi longsor ini terjadi akibat dampak cuaca ekstrem yang tercatat paling buruk dalam beberapa tahun terakhir dan dalam kondisi  memprihatinkan, sehingga perlu dilakukan antisipasi secara cepat dan tepat. Dengan harapan jika terjadi longsor tidak menimbulkan jatuhnya korban.

Menurutnya, retakan tanah itu muncul setelah hujan deras pada Kamis (21/12/2017) tengah malam hingga menjelang pagi Jumat (22/12/2017). Akibat guyuran hujan tersebut lereng perbukitan di Desa Natah Nglipar retak dan tanahnya bergerak akibat tergerus aliran air dari atas bukit.

Lereng bukit yang sebagian telah menjadi tanah pekarangan dan dijadikan tempat permukiman puluhan KK itu,   tanahnya longsor terus bergesar hingga menimbulkan rekahan dengan lebar 1 meter sepanjang 60 meter, sehingga mengancam puluhan rumah.

Dengan kondisi demikian, warga mengaku khawatir karena rekahan berada tidak jauh dari rumah tinggal. Meski demikian, dari puluhan warga yang bermukim di kawasan bukit ini baru ada lima keluarga yang diungsikan karena berada tepat di sekitar rekahan bukit dan dalam kondisi tanahnya ambles.

Perkembangan kondisi retakan kini terus dipantau dan warga sekitar lokasi diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Bahkan jika terjadi hujan deras warga diminta untuk meninggalkan tempat dan berlindung di tempat yang aman. "Kita berharap Pemkab melakukan antisipasi agar jika terjadi longsor susulan tidak menimbulkan korban," kata Kapolsek Nglipar AKP Kasiwon.

Berdasarkan hasil monitoring Polsek Nglipar, terdapat beberapa desa di wilayahnya yang termasuk rawan longsor, di antaranya di Desa Kedungpoh, Pengkol, Katongan dan Natah. Tahun lalu kejadian serupa juga terjadi di Desa Pengkol dan menyebabkan puluhan KK diungsikan. Dari sekitar 10 KK terdapat dua  KK direlokasi. "Kami lakukan patrol di daerah-daerah rawan longsor untuk mengantisipasi jatuhnya korban," terangnya. (Bmp/Ded)

BERITA REKOMENDASI