Bupati Gunungkidul Deklarasi Percepatan Penanganan Stunting

Editor: KRjogja/Gus

WONOSARI, KRJOGJA.com – Bupati Gunungkidul Hj Badingah S Sos menyatakan kasus stunting menjadi daerah fokus penanganan. Hingga saat ini masih banyak kasus bayi lahir dengan berat badan rendah karena kurang asupan gizi sejak dalam kandungan. “Berbagai upaya dan strategis untuk menekan angka kasus Stunting terus kita lakukan sesuai rancangan yang sudah disusun sejak awal tahun 2020 dengan berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait. Sehingga tentunya akan mempercepat penanganan maupun pencegahan kasus stunting,” kata Badingah di acara Kampanye dan Deklarasi Percepatan Penurunan Stunting di Sewakapraja, Wonosari Jumat (16/10).

Kegiatan yang diprakarsai Dinas Kesehatan (Dinkes) dihadiri Kepala Bappeda Sri Suhartanto, Kepala DP3AKBPMD Sujoko MSi, muspida dan melalui live streaming diikuti 18 kecamatan. Diungkapkan, melalui deklarasi ini diharapkan berbagai upaya dan strategi tentang penanganan Stunting dapat berhasil dan hal ini akan terus digencarkan per. Sebab penanganan Stunting erat kaitannya dengan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).Perlu ada intervensi dan integrasi penanganan Stunting yang melibatkan berbagai sector dan pihaknya sangat mengharapkan ada keterlibatan lembaga swasta dan masyarakat . “ Kasus stunting harus bisa ditekan serendah mungkin,” imbuhnya.

Kepala Dinkes Gunungkidul dr Dewi Irawaty M Kes mengungkapkan pada tahun 2019 lalu angka Stunting di wilayah ini mencapai 17,94 persen. Angka tersebut turun dibandingkan pada 2018, di mana kasus Stunting Gunungkidul masih dalam kisaran 18,2 persen.Namun ia menyebut angka 17,94 persen ini masih lebih baik dibandingkan rata-rata angka kasus Stunting di Indonesia. “Kami optimis bisa menekan angka kasus Stunting menjadi satu digit,” katanya. (Ded)

 

BERITA REKOMENDASI