Cegah Bullying di Sekolah, Dibentuk Agen Perubahan

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Gunungkidul Agus Muchdiharto mengungkapkan, sekolah perlu untuk mewaspadai kemungkinan munculnya geng pelajar. Langkah tersebut menjadi penting untuk mencegah terjadinya ‘klitih’. Sehingga ikut mendukung terciptanya situasi keamanan.

Selain itu, dibentuknya agen perubahan anti perundungan atau bullying diharapkan akan mampu memberikan situasi nyaman di sekolah. “ Harapannya nanti dapat memberikan dampak positif baik untuk sekolah, keluarga maupun masyarakat,” kata Kepala Balai Dikmen Gunungkidul Agus Muchdiharto di acara Roots Day di SMAN 2 Wonosari, Selasa (21/12/2021).

Kegiatan dihadiri Kepala SMAN 2 Wonosari Sumardi MPd, Ketua Komite Drs H Ali Ridlo, UPT Perlindungan Anak Gunungkidul, Polsek Wonosari dan undangan. Deklarasi ditandai dengan penandatangan anti perundungan. Selain itu siswa menampilkan tari, drama, band, puisi dan lainnya dengan tema mendukung anti bullying.

Kepala SMAN 2 Wonosari Sumardi MPd mengungkapkan, agen perubahan ini akan memberikan edukasi kepada siswa lain. Mencegah terjadinya bullying. Sekolah juga bekerjasama dengan kepolisian, psikolog dan pihak terkait guna menyukseskan program ini.

“Termasuk dalam waktu dekat akan memberikan pemantapan kepada siswa untuk dapat mendukung pelaksanaan program anti perundungan,” imbuhnya.

Ketua Komite Drs H Ali Ridlo menambahkan, menyambut baik pelaksanaan Root Day dalam rangka anti perundungan. Serta deklarasi agen perubahan. Sehingga nantinya diharapkan akan mampu membawa kebaikan di SMAN 2 Wonosari. Harapannya dapat mencegah bullying dan menciptkan situasi di sekolah lebih nyaman dan kondusif. (Ded)

BERITA REKOMENDASI