Cegah Stunting, Hindari Pernikahan Usia Dini

Editor: Agus Sigit

WONOSARI, KRJOGJA.com – Anggota DPR RI H Sukamto mengungkapkan, upaya pencegahan stunting salah satunya dengan mencegah pernikahan usia dini. Karena  pernikahan dibawah umur sangat berisiko. Selain bisa memicu timbulnya kemiskinan baru, juga dapat mengganggu kesehatan reroduksi sehingga melahirkan anak stunting.

“Anak stunting di Indonesia masih ada 24 persen. Harus bisa diturunkan, salah satunya dengan mencegah pernikahan usia dini atau permintaan dispensasio,” kata H Sukamto di acara acara Sosialisasi dan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja di Provinsi DIY yang berlangsung di Taman Teknologi Pertanian (TTP) Nglanggeran di Kapanewon Patuk,  Jumat (13/5/2022).

Kegiatan dihadiri BKKB pusat, DIY, muspika dan undangan. Keberadaan stunting lanjutnya, bisa berdampak atau menimbulkan permasalahan. Karena bisa mempengaruhi perkembangan termasuk kecerdasan. Sehingga pencegahan usia nikah dini diharapkan bisa ke depan melahirkan generasi yuang berkualitas. Kalurahan bisa mengambil perdan dengan menolak permohonan nikah di bawah umur.

 “Karena anak stunting butuh biaya yang besar karena penanganan harus dilakukan 1.000 hari kehidupan dengan dipacu makanan bergizi dan bernutrisi. Sehingga tumbuh berkembang bisa normal. Jika terlambat, maka dampaknya akan berpngeruh pada kecerdasan maupun pertumbuhan anak,” imbuhnya.

Kepala Perwakilan BKKBN DIY Shodiqin menuturkan, sosialisasi Bangga Kencana merupakan upaya mewujudkan keluarga berkualitas serta membangun generasi Bangsa Indonesia yang hebat.  Bahkan sudah dicanangkan program Indonesia Emas di 2045.

“ BKKBN berusaha mendukung dengan terus melakukan sosialisasi untuk mewujudkan keluarga tangguh berkualias dan mencetak generasi muda yang hebat,”  ucapnya. (Ded)

BERITA REKOMENDASI