Cegah Stunting, Ikan Diolah Jadi Abon Hingga Nugget

GUNUNG KIDUL, KRJOGJA.com – Untuk mencegah stunting atau kekurangan gizi kronis, Universitas Respati Yogyakarta (UNRIYO) bersama PKK Desa Kanigoro meningkatkan pengolahan ikan. Melalui sumber protein hewani ini dikemas menjadi pangan lokal untuk percepatan penanggulangan masalah stunting. 

“Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis sehingga anak memiliki tubuh lebih pendek dibandingkan normal seusianya. Anak-anak balita membutuhkan pilihan makan yang beragam supaya tercukupi kebutuhan gizi khususnya protein untuk menunjang pertumbuhan,” kata panitia penyelenggara Rr Dewi Ngaisyah SKM MKM, Rabu (07/08/2019)

Diungkapkan, produksi berbasis ikan antara lain menjadi nugget ikan, abon ikan, bakso ikan, crispy ikan, cryspy rumput laut dan ikan asin. Pendampingan diberikan pada proses produksi, ijin produksi (PIRT), sertifikasi halal, umur simpan dan analisa kandungan gizi.  Produk olahan ikan ini juga potensial menjadi produk oleh-oleh Desa Kanigoro yang memiliki beberapa lokasi wisata pantai yang telah dikenal wisatawan seperti Pantai Ngrenehan, pantai Ngobaran dan Pantai Nguyahan. 

“Bahkan produk ini dikenal masyarakat melalui pameran Gunungkidul expo 2019. Gunungkidul di GOR Serbaguna, Siyono, Playen,” imbuhnya.

Dewi menambahkan, produk olahan ikan merupakan hasil produksi ibu-ibuPKK Desa Kanigoro, Saptosari, Gunungkidul. Produk ini diberikan nama REKA yakni REspati bermitra dengan Desa KAnigoro (REKA). Terselenggaranya program pemberdayaan kelompok PKK ini merupakan kegiatan pengabdian masyarakat hibah dari Kemenristek Dikti.(Ded)

BERITA REKOMENDASI