Cikal Kampung Hortikultura, Tingkatkan Ekonomi Petani

Editor: Ary B Prass

WONOSARI, KRJogja.com – Bupati Gunungkidul H Sunaryanta meluncurkan Dusun Cikal, Kalurahan Watusigar, Kapanewon Ngawen menjadi Kampung Hortikultura. Wilayah ini berhasil mengembangkan tanaman buah melon, kacang panjang, buncis, semangka dan memiliki kualitas bagus.

 

“ Padukuhan Cikal diharapkan menjadi embrio dan ditiru para petani di wilayah lain. Sekali panen, kelompok tani di wilayah Cikal dapat memperoleh buah melon sebanyak 150 ton, kacang panjang 100 kg dan buncis 40 kg. Tentu ini akan mampu mendorong peningkatakn kesejahteraan petani dan masyarakat,” kata Bupati Gunungkidul H Sunaryanta.

 

Pengembangan hortikultura di Cikal ini mendapat pendampingan Baitul Maal BMT Dana Insani Gunungkidul. Mendapatkan hibah senilai Rp 25 juta dan pendampingan dalam penanaman hingga panen. Bahkan wilayah ini akan dikembangkan menjadi kawasan destinasi wisata. Kegiatan dihadiri General Manager BMT Dana Insani Kurniawan Fahmi, Penewu Ngawen Slamet Winarno, muspika dan undangan. Dalam kesempatan tersebut bupati juga melaksanakan panen raya melon.

 

“Prospek hortikutura sangat tinggi dan dibutuhkan warga masyarakat. Ini sesuai visi misi saya yakni 3 hal, Pertiwisata
Investasi dan tidak kalah penting adalah ekonomi kerakyatan salah satunya sektor pertanian,” imbuhnya.

 

Manager Umum BMT Dana Insani Kurniawan Fahmi, Selasa (14/09/2021) menambahkan, awal mula kebangkitan petani hortikutura di Padukuhan Cikal itu atas pemikiran dan inisiasinya. Dahulu para petani hanya menanam tembakau dan belum memiliki kelompok. Langkah awal diberikan dana hibah Rp 25 juta dari baitul mall. Hingga akhirnya mampu dibentuk kelompok dan kini berkembang pesat.  “ Petani menggarap lahan seluas 25 hektar yang ditanami jenis tanaman hortikutura,” imbuhnya. (Ded)

BERITA REKOMENDASI