Cuaca Ekstrim Paksa Nelayan Gunungkidul Berhenti Melaut

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA,com – Ratusan nelayan Pantai Selatan Kabupaten Gunungkidul berhenti melaut sejak beberapa waktu lalu. Para nelayan menghentikan aktivitas mengantisipasi terjadinya cuaca ekstrem dan gelombang tinggi dan angin kencang di perairan laut Gunungkidul.

Cuaca buruk bersifat tahunan ini selalu diwaspadai dan dalam minggu ini sudah terjadi 3 kasus kapal ikan dihantam gelombang tinggi hingga karam dan rusak parah. Bahkan dalam dua peristiwa terdapat 4 nelayan dilarikan ke rumah sakit terkena dampak gelombang tinggi.

”Nelayan banyak yang tidak melaut akibat cuaca buruk dan dampak kebijakan PSTKM yang diberlakukan pemerintah,” kata Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Rujimanto.

Menjelang Tahun Baru Imlek 2572 ini sebenarnya harga ikan laut membaik, tetapi lantaran terkendala cuaca nelayan tidak bisa berbuat banyak kecuali hanya menghentikan aktifitas dan melihat kondisi gelombang laut. Jika memungkinkan untuk menangkap ikan mereka akan memanfaatkan kesempatan itu untuk melaut, tetapi kenyataan dalam beberapa hari ini nelayan memilih untuk tidak melakukan aktifitas lantaran berisiko.

Saat ini jumlah nelayan yang tergabung dalam HSNI Kabupaten Gunungkidul ada 1.500 orang, tetapi dari jumlah tersebut hanya ada sekitar 750 nelayan yang beroperasi menggunakan kapal, lainnya merupakan nelayan tradisional non kapal. Karena itu pihaknya berharap pemerintah bisa memfasilitasi sehingga harapannya seluruh nelayan yang ada di Gunungkidul bisa beroperasi dengan menggunakan kapal.

”Kami berharap nelayan konvensional memperoleh bantuan untuk peningkatan produksi hasil tangkapan,” ucapnya.

Terkait dengan gelombang tinggi dan angin kencang puncak penghujan ini Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Edy Basuki MSi juga sudah melakukan sosialisasi agar terjadinya gelombang tinggi dan cuaca ekstrem tidak menimbulkan korban. Tanda-tanda akan terjadi gelombang tinggi memang sudah terlihat dan nelayan sudah diminta meningkatkan kewaspadaan.

Pihaknya juga sudah mengimbau Tim SAR meningkatkan pengawasan menyikapi terjadinya perubahan cuaca tersebut. Jika ketinggian gelombang laut terjadi maka nelayan diimbau untuk menghentikan aktifitas. ”Saat ini angin kencang dan gelombang tinggi maupun hujan deras sering terjadi malam hari dan kewaspadaan agar tetap terjaga,” ucapnya.

Selain memantau perubahan gelombang laut, Tim SAR juga diminta memberikan imbauan kepada warga agar berhatihati. beraktifitas di kawasan pantai atau pada titik rawan. Sepanjang pantai selatan meliputi Saptosari, Tanjungsari, Rongkop, Girisubo, Panggang dan Purwosari akan terus dipantau.

”Ada indikasi terjadi peningkatan gelombang pada puncak penghujan ini dan kewaspadaan agar terus dilakukan,” tutupnya. (Bmp/Ded)

BERITA REKOMENDASI