Dalam Sebulan 21 Sapi dan 15 Kambing Mati Mendadak

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Jumlah sapi mati mendadak di Kabupaten Gunungkidul masih terus bertambah dan terakhir menimpa tiga sapi milik warga di Desa Pucanganom, Kecamatan Rongkop, Desa Sumberwungu, Kecamatan Tepus dan Desa Kenteng, Kecamatan Ponjong, Selasa (14/01/2020) malam.

Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet, Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul mencatat bulan ini mencapai 21 ekor sapi dan 15 kambing yang diketahui mati mendadak. ”Dari sejumlah ternak yang diuji sampel kematian ternak jenis kambing di Dusun Ngrejek Kulon dan Ngrejek Wetan, Gombang, Ponjong positif terpapar antraks,” kata Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Kesmavet, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Retno Widyastuti.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Gunungkidul Asman Latif meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tetap mendukung pemerintah dalam upaya mengatasi da mengantisipasi penyebaran penyakit antraks dari hewan ternak. Terkait dengan kematian mendadak sejumlah ternak pemerintah kabupaten Gunungkidul sedang melakukan pembahasan dan mewacanakan untuk hewan ternak yang mati karena terpapar antraks degan dibuktikan hasil pemeriksaan laboratorium akan diberikan ganti rugi.

Tetapi bentuk maupun skema pemberian ganti rugi terhadap ternak mati terserang antraks sedang dilakukan pembahasan. ”Kemungkinan nantinya akan diatur dengan Peraturan Bupati (Perbup),” ujarnya.

Bakteri Antraks Sementara terkait dengan antisipasi terhadap penyebaran bakteri antraks juga sudah dilakukan dengan melakukan vaksinasi terhadap hewan ternak di daerah endemis, juga ternak-ternak yang berpotensi terserang antraks untuk sebanyak 2.500 ekor. Kemudian disiapkan sebanyak 10.000 antibiotik yang siap diberikan kepada masyarakat, sedangkan untuk mencegah berkembangnya spora antraks, telah disiapkan 5.000 liter formalin.

Adapun langkah-langkah yang ditempuh selain membentuk tim terpadu Pemkab Gunungkidul juga melakukan upaya lokalisir daerah endemik yang untuk sementara waktu menghentikan lalu-lintas ternak baik masuk maupun ke luar daerah.”Kita berharap masyarakat mendukung langkah pemkab dalam mengatasi dan mencegah penyakit antraks ini,” ucapnya.

Kasi Kesehatan Hewan dan Kesmavet, drh Retno Widyastuti menambahkan dengan ditemukannya suspect antraks pada sejumlah warga karena setelah ditelusuri dan diinvestigasi karena mereka mengkonsumsi daging yang terpapar antraks. Saat ini salah satu kelompok membeli ternak untuk dikembangkan, tetapi keesokan harinya mati secara mendadak dan dibagikan kepada puluhan warga.

Selang sehari kemudian ada sapi mati mendadak dan juga dibagikan kepada banyak orang di Desa Gombang Kecamatan Ponjong. Tetapi kemudian mereka bisa tertolong setelah diberikan terapi antibiotik. Saat ini yag perlu diperhatikan masyarakat adalah kewaspadaan dan tidak melakukan kontak langsung terlebih lagi mengkonsumsi daging dari bangkai sapi maupun kambing yang mati mendadak sekalipun belum pasti karena terserang antraks. (Bmp/Ewi)

BERITA REKOMENDASI