Dana Desa Termin Ketiga Belum Cair

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Pencairan dana desa termin ketiga masih belum bisa dilakukan dalam waktu dekat, lantaran belum memenuhinya persyaratan yang terkait dengan serapan dana di masing-masing desa. Persentase serapan dana di sejumlah desa masih belum optimal.

Berdasarkan akumulasi dan evaluasi yang dilakukan, hingga saat ini baru sekitar 70 persen dana yang sudah terserap. Padahal sesuai aturan, untuk dapat mencairkan kembali dana yang ada pada termin ketiga ini, paling tidak tingkat serapan dananya harus mencapai 75 persen.

“Saat ini pencairannya masih terkendala tingkat serapan dananya di masing-masing desa,” kata Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Kabupaten Gunungkidul Subiyantoro.

Terkait dengan kondisi seperti ini, pemkab berencana menerjunkan tim untuk melakukan pendampingan terhadap desa-desa yang serapan dana desa masih belum optimal. Pendampingan ini diharapkan mampu mendorong Pemdes untuk lebih cepat bergerak dan segera menyelesaikan program pembangunan maupun pemberdayaan masyarakat.

Dia menargetkan, paling tidak pada bulan Oktober mendatang, dana desa termin ketiga sudah dapat turun dan dimanfaatkan desa serta masyarakat. Pengecekan lapangan juga akan dilakukan oleh instansi terkait guna meminimalisir terjadinya penyimpangan ataupun hal-hal lainnya. “Peran pemerintah dan pengawasan dari masyarakat sangat dibutuhkan,” imbuhnya.

Ketua Solidaritas Kepala Desa se-Kabupaten Gunungkidul, Sutiyono menambahkan, sudah sejak beberapa waktu lalu juga membahas mengenai turunnya dana desa termin ketiga. Saat ini dari pemerintah desa tengah melakukan pengajuan ke dinas.

Pihaknya juga mengakui masih adanya penyerapan dana yang minim, sehingga dari masing-masing desa terdapat beberapa kendala, sehingga dalam pemanfaatan dan penggarapan proyek desa masih belum optimal. “Ada beberapa alasan namun masih tergolong normatif. Misalnya lokasi yang akan dibangun sedang dimanfaatkan untuk kegiatan lain,” terangnya. (Bmp)

BERITA REKOMENDASI