Dari 18 Kapanewon di Gunungkidul, Hanya 2 Tak Butuh Droping Air

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Sudah sejak bulan Juni 2021 lalu, Pemkab Gunungkidul menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan untuk 16 kapanewon dari sebanyak 18 kapanewon yang ada Kabupaten Gunungkidul. Tahun ini diprediksi hanya ada dua kapanewon yang terbebas dari kekeringan. Ke dua kapanewon tersebut yakni Playen dan Wonosari.

“Sudah ada sepuluh kapanewon yang mengajukan bantuan air bersih yaitu, Panggang, Semin, Saptosari, Wonosari, Rongkop, Tepus, Girisubo, Tanjungsari, Patuk, Paliyan,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Edy Basuki MSi, Jumat (6/8/2021).

Penetapan status siaga darurat bencana kekeringan yang dilakukan lebih awal dibanding tahun sebelumnya karena pada bulan Juni lalu sudah tidak terjadi hujan. Sehingga bak penampung air hujan mikik warga sudah kering. Meskipun pada bulan juli lalu beberapa wilayah diguyur hujan, selain tidak mencukupi kualitas airnya juga tidak baik digunakan, sehingga droping air jalan terus.

BERITA REKOMENDASI