Desa di Gunungkidul Wajib Anggarkan Penanganan Stunting

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Sujoko MSi mencanangkan Gerakan Pencegahan dan Penanganan Stunting di Balai Desa Pampang, Paliyan. Kegiatan ini juga diikuti dua desa lain yakni Desa Sodo dan Karangasem.

“Pencegahan stunting 2020, APBDes wajib dianggarkan untuk penanganan stunting. Termasuk membentuk Rumah Desa Sehat dan Kader Pembangunan Manusia,” kata Sudjoko MSi.

Baca juga :

Busyro Ungkap Novel Baswedan Pernah Diancam Dibunuh
Pastikan Pasokan Listrik Aman, Wakil Dirut PLN Kunjungi Yogya

 

Tenaga Ahli Program Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat (P3MD) Kemendes Hery Santoso dan Dana Susanta menambahkan, terdapat layanan intervensi yakni meningkatkan kesehatan ibu dan anak, konseling gizi terpadu, air bersih sanitasi, perlindungan sosial dan Pendidikan Anak Usia Dini. Sasaran pencegahan stunting ini yakni ibu hamil dan anak usia 0 hingga 23 bulan. Karena merupakan masa yang paling kritis dalam tumbuh kembang anak.

“Diperlukan asupan makanan dan gizi. Selain itu pemberian makan, perawatan dan pola asuh. Sehingga anak dapat tumbuh berkembang dengan normal,” ujarnya.

Kegiatan dihadiri Kades Pampang Iswandi, Kades Sodo dan Kades Karangasem serta Kader Pembangunan Manusia . Kader ini mendapatkan pelatihan dari narasumber Tenaga Ahli Kemendes. Peserta diberikan pemahaman berkait dengan melakukan pemetaan dan upaya pencegahan serta penanganan kasus stunting. (Ded)

BERITA REKOMENDASI