Dewan Tagih Janji Retribusi Wisata

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL (KRjogja.com) – Setidaknya tiga fraksi di DPRD Gunungkidul yakni Gerindra, PAN dan Handayani menagih janji eksekutif tentang kesepakatan penarikan retribusi pariwisata melalui pihak ketiga. Pada saat persetujuan Raperda APBD Perubahan 2016 sudah ada kesepakatan, Pemkab Gunungkidul bersedia menyerahkan kepada pihak ketiga soal penarikan retribusi untuk memaksimalkan pendapatan asli daerah (PAD) dan menekan kebocoran.

Wakil Ketua Fraksi Gerindra Purwanto ST dan anggota Fraksi PAN Sarmidi SE mengatakan, penarikan retribusi wisata untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa. PAD dari sektor wisata yang masih sangat terbatas, karena masih terjadi penyimpangan dengan berbagai modus, ada kebocoran yang diakibatkan banyak wisatawan yang tidak ditarik retribusi, penarikan retribusi tanpa karcis dan modus baru penjualan tiket bekas.

"Lewat modus seperti ini pendapatan tidak bisa maksimal," katanya kepada KRjogja.com, Minggu (18/12/2015).

Menurut Purwanto dan Sarmidi, dengan booming pariwisata, pada 2016 ini saja angka pemasukan Rp 30 miliar mestinya bisa tercapai. Namun faktanya untuk memembus angka Rp 24 miliar saja tampak kesulitan.

Purwanto mengusulkan dalam penawaran terbuka terhadap pihak ketiga yang akan mengelola hendaknya yang profesional. Pemkab Gunungkidul diimbau segera menyiapkan perangkat lunak seperti sistem online, sehingga setiap saat pemasukan retribusi bisa dicek oleh siapa saja. Di samping itu karena tujuan penarikan retribusi wisata ini untuk kesejahteraan masyarakat luas, maka hendaknya pihak ketiga yang akan menangani diprioritaskan putra Gunungkidul. (Awa)

BERITA REKOMENDASI