Dirjen KSDAE Resmikan Bantuan Sumur Bor Bagi Masyarakat Karangasem

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Dirjen KSDAE, Ir Wiratno MSc meresmikanbantuan sumur bor kepada masyarakat Desa Karangasem Paliyan Gunungkidul, Minggu (19/09/21). Bantuan sumur bor ini merupakan langkah nyata Balai KSDA Yogyakarta dalam mewujudkan harapan masyarakat Karangasem melalui fasilitasi ketersediaan sumber air melalui pembuatan sumur bor.

Pembuataan dua lokasi sumur bor di Dusun Karangasem A dan Dusun Manggul Kalurahan Karangasem ini berawal dari kunjungan Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M Wahyudi akhir tahun 2019 yang saat itu belum lama menjabat menjadi Kepala Balai KSDA Yogyakarta menggantikan kepala balai yang sebelumnya. Dari hasil kunjungan tersebut yang dilanjutkan dengan pertemuan bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) yang ada di Kalurahan Karangasem, diketahui bahwa masyarakat Dusun Karangasem A membutuhkan tambahan air untuk pengairan ke ladang pertaniannya.

Keberadaan KTH Sodong Makmur, salah satu KTH Binaan Balai KSDA Yogyakarta yang ada di Kalurahan Karangasem, membuat Balai KSDA Yogyakarta berinisiatif memberikan bantuan sumur bor ke warga Karangasem dengan harapan bisa dimanfaatkan untuk pengairan lahan pertanian. Wahyudi membantu masyarakat sekitar kawasan SM Paliyan tersebut dengan membuat perencanaan dan fasilitasi bantuan penyediaan sumber air di Kalurahan Karangasem Paliyan.

“Air menjadi kebutuhan pokok masyarakat, tersedianya sumber air di Kalurahan Karangasem Paliyan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. KTH sekitar kawasan SM Paliyan juga akan dapat mengembangkan usaha hortikulturanya sehingga nantinya mereka dapat menjadi KTH yang mandiri, dan tentunya masyarakat sekitar kawasan akan mendapatkan akses air yang mudah untuk keperluan sehari-hari,” kata Wahyudi.

Dirjen KSDAE, mengapresiasi langkah yang telah dilakukan Balai KSDA yogyakarta ini. “Apa yang sudah dilakukan Kepala Balai KSDA Yogyakarta ini sudah tepat. Pak Wahyudi telah berhasil menerjemahkan mandat pengelolaan kawasan konservasi dengan baik. Kawasan konservasi bukan hanya sekedar mengelola kawasan agar terjaga dengan baik, namun juga memperhatikan keberadaan masyarakat di sekitar kawasan. Semoga dengan adanya sumur bor di sekitar kawasan SM Paliyan ini akan memberikan dampak positif dan kesejahteraan bagi masyarakat. Dengan demikian Hutan lestari masyarakat sejahtera bukanlah sekedar slogan, tapi telah berhasil diwujudkan oleh Balai KSDA Yogyakarta,” ungkap Wiratno.

Keberhasilan menyediakan sumber air di sekitar kawasan SM Paliyan ini disambut gembira oleh masyarakat Kalurahan Karangasem. Sigit Purnomo, Lurah Karangasem saat dihubungi menyampaikan respon masyarakat terhadap tersedianya sumber air di sekitar SM Paliyan ini.

“Yang jelas masyarakat sangat senang, harapannya nanti akan memberikan manfaat yang luar biasa dan dapat mendorong masyarakat untuk melakukan pertanian yang lebih kreatif dan modern. Jangka panjang ke depan, semoga generasi petani di Kalurahan Karangasem akan dapat tumbuh dengan baik.” katanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Dusun Karangasem A, Sarjono dan Kepala Dusun Manggul, Samsul. Keberhasilan pembuatan sumur bor ini sangat membantu sekali bagi masyarakat.

Keprihatinan Balai KSDA Yogyakarta kepada warga yang membutuhkan air, yang membuat Balai KSDA Yogyakarta bersemangat untuk membuat perencanaan pengeboran sumur sedalam 120 meter tersebut. Kejadian patah alat bor hingga dua kali menunjukkan betapa kerasnya bebatuan yang ada di wilayah sekitar SM Paliyan ini. Selain memberikan bantuan sumur bor, BKSDA Yogyakarta juga memberikan bantuan pengadaan sarpras pendukung seperti tanki air (water torn), rumah panel dan instalasi pendukung lainnya. (*)

BERITA REKOMENDASI