Disbud Gunungkidul Sosialisasi Cagar Budaya

Editor: KRjogja/Gus

WONOSARI, KRJOGJA.com – Kabid Pelestarian dan Warisan Budaya Dinas Kebudayaan (Disbud) Gunungkidul Agus Mantara MM mengungkapkan, masyarakat perlu berperan aktif dalam memberikan informasi ke pemerintah. Berkait dengan potensi warisan budaya di sekitarnya. Laporan tersebut akan dilakukan kajian oleh Tim Ahli Cagar Budaya (TACB).

Melalui serangkaian kajian dan penelitian, akan disimpulkan, apakah potensi tersebut bisa diajukan kepada bupati atau tidak. “Jika warisan budaya tersebut bisa menjadi cagar budaya, akan memiliki legalitas. Bahkan pemerintah bisa mendukung upaya perawatan , pelestarian. Untuk kepemilikan tetap kepada ahli waris,” kata Agus Mantara di acara Sosialisasi Penetapan Cagar Budaya di RM Alam Rampak, Nglipar, Selasa (15/09/2020).

Kegiatan dihadiri Penewu Nglipar Sukamto, TACB DIY Tugas Tri Wahyono dan lurah. Tugas Tri Wahyono mengungkapkan, sebuaah peninggalan bisa masuk dalam warisan budaya harus memenuhi syarat diantaranya minimal usia 50 tahun. Karena itu warisan budaya merupakan benda yang kuno serta memiliki nilai sejarah.

Laporan dari masyarakat, akan dilakukan kajian dari berbagai ilmu. Untuk sampai sekarang, sudah ada 107 penetapan warisan budaya menjadi cagar budaya di Gunungkidul yang sudah ditandatangani bupati. Sementara itu Penewu Nglipar, benda cagar budaya memang tidak lepas dari perjalanan kehidupan bangsa. Sehingga potensi maupun warisan budaya yang ada di Kapanewon Nglipar perlu untuk didata dan diajukan menjadi Cagar Budaya. (Ded)

 

BERITA REKOMENDASI